Black
Roses episode 11
-This Not
Last-
Kini 3 hari sudah Nisa di rawat di
rumah sakit, keadaan nya kian hari semakin memburuk. Tubuhnya kurus , seperti
Tulang yg hanya di lapisi kulit. Sungguh kini kondisi Nisa sangat
memprihatinkan. Mama dan Papa Nisa setiap hari berdoa untuknya begitu juga
Stevan , Dinda, dan juga Gilang. Mereka semua yakin kalau Nisa bisa melewati
ini, dan bertahan untuk menghadapi cobaan yg di alaminya. “Nisa sayang, mama,
papa , bang stevan selalu nungguin Nisa, Nisa bangun yah, Disini juga ada
pangeran Nisa yg setiap hari juga nungguin Nisa bangun” ucap mama nisa yg
selalu menangis melihat Nisa. Selama berada di rumah Sakit Nisa belum juga siuman
Dia koma hingga saat ini . Menurut dokter, keadaan nisa sudah tidak
memungkinkan , gadis itu harus secepatnya mendapatkan transpalasi Jantung. Namun
sampai saat ini belum ada pendonor jantung yg bersedia.
POV GILANG
“Gue gak ngerti, kenapa takdir tuhan
begitu sulit. Gadis yang gue sayangin, harus menantang maut dengan sendirinya.
Gue gak kuat melihatnya, Ya Tuhan Gue sayang sama Dia ! gue gak mau kehilangan
dia, tapi jika suatu saat nanti sesuatu dari diriku ini bisa membantu nyawa
darinya. Akan ku relakan Hidup dan Matiku untuknya. Sungguh Rasa Cinta ini yg
menjadi saksi bisuku.” Itulah yang Gilang rasakan saat ini, mungkin benar Cinta
perlu pengorbanan. Apapun dia bersedia untuk melakukan demi Cintanya. Cinta untuk
orang yg di sayanginya.
POV GILANG
off
“kak ? Lo di mana ? Tanya lelaki di
sebrang sana dengan perantara seluler. “Gue lagi di Rumah sakit nih, lo kapan
ke sini lagi ?” Tanya Stevan ke pada lelaki di sebrang tadi. “oke, ni gue otw
yah kesana. Setengah jam lagi gue kesana”. Tut..tut…tut.. sambungan terputus.
Lelaki yg tadi, kini meluncur ke jalan raya untuk menemui gadis pujaan hatinya
yang sedang menantang maut itu. “Black Roses wait me..” ucap lelaki itu di
dalam mobil, sambil menyusuri jalan raya lelaki itu memutar lagu favoritnya
Geisha – Pilihan hatiku. Walaupun dia cowok , tapi hatinya cukup mellow.
Geisha - Pilihan Hatiku
Berdiri ku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimuDan selalu tuk mu
Reff :
Terlukis indah raut
Wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah
Yang hanya untukmu…
Tertulis indah puisi cinta
Dalam hatiku
Dan aku yakin kau memang
Pilihan hatiku
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Setelah beberapa
menit menyusuri jalanan ibu kota , berhentilah lelaki itu di sebuah toko bunga
di pinggiran jalan. “Selamat datang ke toko kami, ada yang bisa sayang bantu
mas ?” Tanya penjaga toko itu “ya saya mencari mawar hitam , apa ada ?” lelaki
itupun menunggu penjaga toko tadi mengambil mawar hitam nya. “Ini mas mawarnya”
segera di ambil mawar itu dan lekas dia menuju ke kasir untuk membayar mawar yg
di belinya. “Terimakasih” ucap lelaki itu. “terima kasih kembali, selamat siang”
jawab si penjaga kasir. “ini Kado buat kamu black roses smoga kamu suka” Batin
lelaki itu, ternyata dia sengaja singgah ke toko bunga untuk membeli mawar
hitam kesukaan gadis manisnya itu.
Di pacunya Nissan Juke silver
miliknya itu, tiba tiba Handphone berdering. Lelaki itu segera mengambil ponsel
di dalam sakunya ketika di ambil , ponsel yg di genggam nya terjatuh. Spontan lelaki
itu menunduk mencari ponsel miliknya. Lelaki itu tak focus dengan kendaraan yg
di bawanya. Ketika menunduk, mobil
berada di persimpangan lampu merah, lelaki itu tak melihat lampu yang menyala,
di terobosnya lampu merah itu akhirnya. BRAAAAK !!!!!! sebuah kecelakaan besar
menimpa lelaki itu, ada sebuah truk besar melaju dengan kecepatan tinggi dari
arah kanan. Semua kendaraan berhenti. Lelaki itu segera di larikan ke rumah
sakit. Semua suster perawat dan dokter segera menangani lelaki itu namun takdir
berkata lain nyawa lelaki itu tak dapat di tolong kembali.
POV Nisa
“ibu bapak,
keadaan anak kalian semakin kritis, jika tidak secepatnya melakukan transpalasi
kami tak menjamin nyawa anak ibu tertolong” jelas dokter itu . mama nisa hanya
bisa menangis dan papa Nisa sudah pasrah. Stevan , tampak gelisah no. ponsel
kekasih adiknya itu tak dapat di hubungi. “Gilang lo kemana sih, Nisa kritis
juga arrghhh” . Tiba tiba perawat datang “Dok , kita sudah mendapatkan pendonor
jantung. Keluarga sang pendonor juga bersedia.” Kata perawat itu. “baiklah
segera bawa gadis ini keruang operasi” segera di bawanya Nisa ke ruang operasi
untuk mentranspalasi jantungnya. “ibu dan bapak berdoa saja kami akan melakukan
yg terbaik untuk putrid bapak” ucap dokter itu “Terimakasih dok” kini Orang Tua
Nisa tampak gelisah begitu juga Stevan , berulang kali di telponnya Gilang tapi
tak ada juga jawaban. Tiba Tiba Dinda datang, dng wajah paniknya, “Kak gmn
keadaan Nisa kak ?” stevan menjawab dng tak tenang “Dia sedang menjalankan
operasi , kamu berdo’a saja” Dinda kembali duduk di kursi tunggunya.
Dokter keluar , dengan wajah lega
dari ruangan operasi. Mama Nisa dan Papa Nisa sontak langsung berdiri “Selamat
operasi anak bapak berjalan dengan Lancar. Anak bapak kini sudah terbebas dari
penyakit itu” Jelas dokter yg mengoperasi Nisa. Mama Nisa langsung menangis dan
begitu juga papa Nisa , “Alhamdulillah” ucap Papa dan Mama Nisa . Stevan Dan
Dinda langsung berpelukan “Alhamdulillah ya kak” ucap Dinda. Ketika mereka
berdua menyadari bahwa diri mereka terikat dng tangan satu sama lain. Sontak mereka
lepaskan pelukan mereka tadi “maaf Dind” ucap Stevan . “iya kak gak papa kok”
kini muka Dinda merah padam.