Sunday, 9 October 2016

KALA PAGI BERTEMU


Kala pagi ?
Bertemu tanpa nama
Menatap tanpa suara
Berbicara tanpa mendengar
Aku menerka ?
Pikirku hanyut dalam nikmatnya nuansa

Esok pagi ?
Ku temui sebuah nama
Suara kutatap begitu lekat
Kata itu terdengar aktif
Namun hati begitu pasif

Pagi semakin lanjut
Nama ku temui menjadi nyata
Berperilaku layaknya mahkluk hidup
Berbicara dengan sebuah tatapan
Mengenggam tanpa keraguan
Dan tak lupa menggoreskan tulisan
Menuliskan segaris kisah dan kasih
Kisah yang teramat usang
Kasih yang tak kunjung sampai

Masih bolehkah kusalahkan pagi ?
Harapanku sungguh tidak
Berkat pagi
Sang nama menjadi subjek
Subjek pelengkap menerangkan objek
Suatu objek tertanda pada sudut perasaan

Pagi ?
Ijinkan aku tertawa
HA HA HA !!!!
Menatap sosok subjek
Yang ku reka dalam bayangan nirwana
Berapa sudah subjek ku lukis
Namun peran tercipta hampir sama
KONYOL !
Drama indah takkan pernah ada
Berharap bangun tanpa terikat pada angan angan

KENAPA ?!
Subjek ku lukis begitu tunggal
Ku buat seolah olah sendiri
Nyatanya subjek lain telah terikat bersamaan !
Apa gunanya ? Objek yang kubuat ?????

Pagi ?
Tak lupa terima kasih
Pertemuan ini tak mungkin berakhir
Walaupun objek yang ku buat tak berarti apapun
Namun subjek tetaplah pelengkap
Jikalaupun subjek pelengkap obejek lainnya
Tak kan ku sesali
Karena kisah yang usang kan kembali terang
Kasih tak sampai akan menepi di dermaga !



Saturday, 21 December 2013

IBU

HAPPY MOTHER'S DAY .. semoga para ibu di dunia di lindungi dan di lapangkan jalannya menuju surganya AMIN Yarabbal'alamin...

dalam memperingati hari ibu , mungkin kiasan yg ku buat ini bisa mencurahkan isi hati reader dalam menyayangi ibunya.. happy reading..

IBU (karya : Noviany Pratiwi)

Di saat dinginnya malam menyelimuti
Kau dekap aku dengan pelukanmu
Dan di saat sunyinya ruang menghampiri
Kau hibur aku dengan senyummu

Tapi, mengapa saat itu terjadi padamu
Aku tak dapat melakukan hal yang sama ?
Aku hanya sibuk menyelamatkan hidupku
Hingga lupa akan dirimu

Walupun demikian..
Mengapa kau tak marah padaku
Kenapa kau terus tersenyum
Dan mengapa kau tutupi semua ini ?
Apakah itu demi aku
Demi seorang anak
Yang hanya memikirkan egonya sendiri

Ibu…
Maafkan aku, maafkan semua kehinaan ku
Aku berhutang dosa kepadamu
Ampuni aku ibu..

Ya tuhan…
Dengarlah pintaku ini
Aku sayang padanya
Aku tak mau ini terlambat
Berikan aku sedikit lagi
Sedikit nafas untuk membahagiakannya
Karena ku ingin
Menghapus kekeccewaan di benaknya

I LOVE YOU SO MUCH MOM :") YOU'RE MY EVERYTHING
Tak ada yang dapat menggantikan mu , karena bagiku kaulah yg sempurna di mataku !

Tuesday, 10 December 2013

We Are Still Together

PROLOG…

“Jujur aku tak sanggup melepasmu, aku sayang padamu lebih dari yang kau tau. Tapi aku juga tak bisa memaksa kehendakmu, aku tau ku tak sempurna, ku tak bisa jadi yg kau harapkan. Sebanrnya tahukah kamu ? apa yang ku perjuangkan untuk mempertahankan ini ? ah sudahlah aku akan coba melepaskanmu dengan kepedihan hati ini, semoga kau bahagia dengannya”

Shila menangis sejadi jadinya, menyimpan perasaan sakit yang sangat mendalam. Ya bagaimana tidak, Shila sangat sayang sama Roman, tapi tak dengan Roman. Mereka berdua memang sudah lama putus, tapi Shila tetap sayang sama Roman. Rasa sayang Shila tak pernah tergoyah sedikitpun.

Status Twitter :
@roman_ : “Aku sangat Menyayangimu” 2mnt
@ReiNatabcd : cieeeh aku juga :* “@roman_ : aku sangat menyayangimu” 3mnt

Hampir setengah jam Shila tak henti hentinya memandangi timeline twitternya, menunggu sesuatu yang membuatnya menangis sedari tadi, entah apa yang di rasakannya. Shilla mungkin gadis yang selalu ceria tapi tidak dengan hal Cinta, banyak hasrat terpendam yang membuatnya luluh akan Cinta, apalagi sejak bersama Roman.
Status Twitter :
@Shillaaaa : “semoga kau bahagia denggannya”    now.

Sambil menitiskan air mata , Shila mencoba tegar dengan mengupdate status di TLnya.
“Ahhh gilaa ! alay banget sih gue, sadaaarr dong shill ! Roman udah gak sayang sama lo ! dia lebih sayang sama gebetannya bukan sama lo !” begitulah kata setiap jata yang lantunkannya , di ambilnya boneka pemberian org yang di sayangnya itu . di peluknya boneka tersebut dan Shilla pun bergumam

“Roman, seandainya kau pergi denganya, bisakah kau merasakan, siapa yang sangat menyayangimu.. aku tak mau kau bahagia dengan orang yng salah”.





Tanya Hati

Hai Bintang….
Dapatkah kau tunjukkan
Apa yang di rasakannya sekarang

Hai Bulan..
Bisakah kau sampaikan padanya
Apa yang ku katakan pada bintang

Oh Tuhan ..
Tunjukkan aku sebuah jawaban
Atas hati yg penuh kegelapan
Hingga tak lagi ku tanyakan
Pada bintang dan bulan



Monday, 9 December 2013

No Title (poem)

ehehe percobaan rencananya mau buat pake bahasa inggris , alhasil gagal total -___-' sumpah mampet ni otak kalau ngomongin inggris , dari pada di inggrisin kalian pada gak ngerti jadi in indo aja yah ehhehehe, kan cinta tanah air gitu ehehe...  oke cekidoott >>>>>


Malam memang sunyi
Hanya cahaya rembulan yg cukup menemani
Tapi mengapa tak dengan hati ?
Yang rusuh karena Rindu menanti

Sakit memang sakit
Melewati jalan yang berbukit bukit
Menahan rasa yang sangat rumit
Hingga cinta tak lagi sulit

Jarak memang jauh
Memaksa kita untuk berlabuh
Jika cinta sudah jatuh
Rindu tetap terus menyentuh


Tuesday, 4 June 2013

Black Roses episode 12
-Where are you ?!-

            Sungguh anugerah bagi mereka. Kini Gadis manis itu akan kembali pulih. Tapi bagaimana keadaan pangeran gadis itu ? drtt…drtt.. ponsel Stevan berbunyi di layar tertulis Elang calling. “van.. hikks hikss.. “ suara tangisan lelaki di sebrang sana “eh Lang kok lo nangis ! ada apa hoii ?” Tanya Stevan sedikit ragu tak biasanya sahabat dia itu menangis. “Gilang van gilang ! kembaran gue meninggal !!!! huaaaa ! dia ada nitipin sesuatu buat adik lo” kini tangisan lelaki di sebrang sana smakin menjadi. Stevan shock ! dia bingung apa yg harus di sampaikan kepada adiknya itu jika dia mengetahui bahwa org yg sangat di cintai dan di sayanginya kini pergi meninggalkannya untuk selama lamanya. “APA ?! kok bisa !!!” teriak stevan yg tak percaya. “saat berjalan di persimpangan lampu merah ada sebuah mobil truk besar menabraknya dng kecepatan tinggi. Dia sempat di larikan di rumah sakit tapi tak lama dia menghembuskan nafas terakhirnya. Gue gak kuat van, gue gak percaya dia secepat itu ninggalin gue hiks hiks…” lelaki itu menjelaskan kronologisnya kepada stevan di isak tangisnya. “Lo yang sabar ya el. Gue yakin Gilang tenang di atas sana asalkan kita semua relain dia”.

            Nisa telah terbangun dari tidurnya. Tidur yang cukup panjang paska operasi. Kini dia telah sehat kembali. Tapi ada sesuatu yg menggajal di hatinya. “bang ? kok gue gak ada liat gilang yah dari nisa bangun ? dia kemana bang ?” Tanya gadis itu. Stevan hanya tertunduk lemas “sudah lah ! lupakan lelaki itu, nanti lo bakalan nyesel ngingat dia !” kata stevan setengah membentak dan keluar meninggalkan nisa adik manisnya itu. dia menyesal tak seharusnya dia membentak adiknya sprt itu. “apa maksud stevan tadi yah” batin nisa yg bingung dng perlakuan kakak nya itu. setelah 5 hr di rawat di RS pertamina nisa pun di bawa pulang dia juga sudah bisa menjalankan aktivitasnya. Sudah sebulan dia menyusun skripsi , dan sekarang Nisa melaksanak wisudanya. Tp dia tak begitu gembira karena sosok lelaki yg di tungguinya tak kunjung datang. “ma, pa, bang ? Gilang mana yah ? kok hampir 2 bulan ini dia gak pernah nemuin nisa sih” ucaap nisa lirih, hatinya sungguh kecewa, tapi dia terus berusaha untuk menunggu pangeran hatinya. Orang tua nisa dan stevan hanya terdiam. “Nis yuk masuk udah mau mulai nih” ajak Dinda. “yaudah yuk” hampir 2 jam berlalu acarapun selesai kini Nisa sudah selesai dengan S1 nya, dia keluar dari gedung mewah itu . orang tua Nisa dan Stevan sangat senang melihat Nisa, “selamat ya sayang” ucap papa Nisa “eciyaa.. adek gue udah jadi sarjana aja nih” ucap stevan sambil mengusap usap kepala adik tersayangnya itu. Sedari tadi Nisa hanya diam , Cuma senyuman tipis yg nyangkut di mulutnya. Sungguh kekecewaan yg kini dalam hati Nissa walaupun harusnya kebahagiaan yg di rasakannya. “Gilang , lo kemana gue kangen sama loe , knp loe gak pernah ngabarin gue lagi, setiap gue tanya lo ke abang gue, abang gue selalu mengalihkan pembicaraan. Apa yg sebenarnya terjadi ?” batin nisa , “hoiii ! ngelamun aja dr tadi entar kesambet lo” suara stevan memecahkan lamunan nissa. “Bang ? gilang kok gak ada yah” ucap nisa sedih sambil menundukan kepalanya. “nanti loe juga tau sendiri Nis”

            2 bulan berlalu, 3 bulan berlalu, dan sekarang ini sudah yg ke 4 bulan Gilang tak member kabar ke Nisa, Nisa semakin bingung berulang kali di telponnya ponsel gilang tapi tak pernah aktif. Dia tau Gilang punya abang, tpi dia tak pernah melihat abangnya gilang. Sayang gadis itu lupa bahwa abang gilang adalah sahabat dekat abangnya. “Nis ? ada kiriman surat nih tadi” segera nisa membuka amplopp itu “Abaaang, gue keterima di perusahaan ERLANGGA, dan gue juga keterima di bagian manager perusahaan itu yeaaaay” teriak gadis manis itu seraya memeluk abangnya. “waaah selamat selamat, hebat juga lo hehe PJ dong yah”. “seeeeep” gadis itu mengedipkan mata sebelahnya.

            Waktu di Jakarta sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, sprt biasa gadis itu prg jalan jalan sore bersama sahabatnya. “Din, gue di terima looh di perusahaan ERLANGGA dan gue di ambil untuk bagian managernya” jelas Nisa “waah selamat yah Nis, gmn nnti malam kita makan makan hehe tp lo yang bayarin yah hehe” “Alesaan lo din, bilang aja minta di traktir” DInda hanya senyum senyum gak jelas mendengar ucapan nisa. Setelah lama menyusuri jalan kota Jakarta dng semburan warna senja yang cukup membuat indah suasana di sore itu. Nisa memberhentikan mobil yg di kendarainya di depan toko bunga langganannya dulu. “selamat datang mbak, eh baru liat nih kemana aja gak prnh mampir lagi” sapa penjaga toko tersebut “hehe iya mbak, sya sakit , Alhamdulillah skrg saya sudah kembali sehat” jawab gadis manis itu dng ramah. Setelah berbincang bersama si penjaga toko nisa, nisa melihat bunga mawar hitam yg dulu sering di belinya. Kini ia Rindu akan mawar itu, dan mawar itu membuatnya semakin rindu akan sosok lelaki yg di sayanginya, dan di cintainya. “gilang ? lo kmn sih ? gue rindu sama lo ! gue mohon lo balik yah… gue capek nyari nyari lo” batin gadis itu, sungguh kerinduan menggeluti suasana hatinya. Di ambilnya 2 tangkai mawar hitam untuk di bawanya pulang, segera dia membayar mawar itu ke penjaga kasir. Di tentengnya mawar itu menuju pintu mobil yg di kendarainya. Tapi, seketika kaki gadis itu berhenti melangkah sebelum sampai di pintu mobil milikny, matanya tertuju kepada sosok lelaki yang akan masuk ke dalam mobil Nisan Juke putih yg terpakir tepat di depan mobil miliknya. “GILAAANG !!!” teriak gadis manis itu, lelaki itu menoleh sebentar dan melemparkan senyum kearahnya, hanya sekejap lelaki itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat parkirannya. Gadis manis itu hanya diam terpaku menatap respon lelaki itu, “gilang ? lo jahat banget sama gue, lo tega ninggalin gue, sebenarnya kemana lo selama ini” gumam gadis itu, yg kecewa melihat respon lelaki yg di sapanya tadi, sambil berjalan gontai dng titikan air mata membasahi pipinya. Gadis itu pun masuk, dan mengendarai mobilnya untuk pulang.

POV LELAKI SEBELUMNYA


“sorry nis, gue bukan GILANG ! gilang udah gak ada gue yakin suatu saat lo bakal tau semuanya, tp gak sekarang, dan gue udah janji bakal jagain lo buat gilang.”

Tuesday, 14 May 2013


Black Roses episode 11
-This Not Last-

            Kini 3 hari sudah Nisa di rawat di rumah sakit, keadaan nya kian hari semakin memburuk. Tubuhnya kurus , seperti Tulang yg hanya di lapisi kulit. Sungguh kini kondisi Nisa sangat memprihatinkan. Mama dan Papa Nisa setiap hari berdoa untuknya begitu juga Stevan , Dinda, dan juga Gilang. Mereka semua yakin kalau Nisa bisa melewati ini, dan bertahan untuk menghadapi cobaan yg di alaminya. “Nisa sayang, mama, papa , bang stevan selalu nungguin Nisa, Nisa bangun yah, Disini juga ada pangeran Nisa yg setiap hari juga nungguin Nisa bangun” ucap mama nisa yg selalu menangis melihat Nisa. Selama berada di rumah Sakit Nisa belum juga siuman Dia koma hingga saat ini . Menurut dokter, keadaan nisa sudah tidak memungkinkan , gadis itu harus secepatnya mendapatkan transpalasi Jantung. Namun sampai saat ini belum ada pendonor jantung yg bersedia.

POV GILANG
            “Gue gak ngerti, kenapa takdir tuhan begitu sulit. Gadis yang gue sayangin, harus menantang maut dengan sendirinya. Gue gak kuat melihatnya, Ya Tuhan Gue sayang sama Dia ! gue gak mau kehilangan dia, tapi jika suatu saat nanti sesuatu dari diriku ini bisa membantu nyawa darinya. Akan ku relakan Hidup dan Matiku untuknya. Sungguh Rasa Cinta ini yg menjadi saksi bisuku.” Itulah yang Gilang rasakan saat ini, mungkin benar Cinta perlu pengorbanan. Apapun dia bersedia untuk melakukan demi Cintanya. Cinta untuk orang yg di sayanginya.
POV GILANG off

            “kak ? Lo di mana ? Tanya lelaki di sebrang sana dengan perantara seluler. “Gue lagi di Rumah sakit nih, lo kapan ke sini lagi ?” Tanya Stevan ke pada lelaki di sebrang tadi. “oke, ni gue otw yah kesana. Setengah jam lagi gue kesana”. Tut..tut…tut.. sambungan terputus. Lelaki yg tadi, kini meluncur ke jalan raya untuk menemui gadis pujaan hatinya yang sedang menantang maut itu. “Black Roses wait me..” ucap lelaki itu di dalam mobil, sambil menyusuri jalan raya lelaki itu memutar lagu favoritnya Geisha – Pilihan hatiku. Walaupun dia cowok , tapi hatinya cukup mellow.

Geisha - Pilihan Hatiku

Berdiri ku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimuDan selalu tuk mu

Reff :
Terlukis indah raut
Wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah
Yang hanya untukmu…
Tertulis indah puisi cinta
Dalam hatiku
Dan aku yakin kau memang
Pilihan hatiku

Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu

Setelah beberapa menit menyusuri jalanan ibu kota , berhentilah lelaki itu di sebuah toko bunga di pinggiran jalan. “Selamat datang ke toko kami, ada yang bisa sayang bantu mas ?” Tanya penjaga toko itu “ya saya mencari mawar hitam , apa ada ?” lelaki itupun menunggu penjaga toko tadi mengambil mawar hitam nya. “Ini mas mawarnya” segera di ambil mawar itu dan lekas dia menuju ke kasir untuk membayar mawar yg di belinya. “Terimakasih” ucap lelaki itu. “terima kasih kembali, selamat siang” jawab si penjaga kasir. “ini Kado buat kamu black roses smoga kamu suka” Batin lelaki itu, ternyata dia sengaja singgah ke toko bunga untuk membeli mawar hitam kesukaan gadis manisnya itu.

            Di pacunya Nissan Juke silver miliknya itu, tiba tiba Handphone berdering. Lelaki itu segera mengambil ponsel di dalam sakunya ketika di ambil , ponsel yg di genggam nya terjatuh. Spontan lelaki itu menunduk mencari ponsel miliknya. Lelaki itu tak focus dengan kendaraan yg di bawanya. Ketika menunduk,  mobil berada di persimpangan lampu merah, lelaki itu tak melihat lampu yang menyala, di terobosnya lampu merah itu akhirnya. BRAAAAK !!!!!! sebuah kecelakaan besar menimpa lelaki itu, ada sebuah truk besar melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kanan. Semua kendaraan berhenti. Lelaki itu segera di larikan ke rumah sakit. Semua suster perawat dan dokter segera menangani lelaki itu namun takdir berkata lain nyawa lelaki itu tak dapat di tolong kembali.

POV Nisa

“ibu bapak, keadaan anak kalian semakin kritis, jika tidak secepatnya melakukan transpalasi kami tak menjamin nyawa anak ibu tertolong” jelas dokter itu . mama nisa hanya bisa menangis dan papa Nisa sudah pasrah. Stevan , tampak gelisah no. ponsel kekasih adiknya itu tak dapat di hubungi. “Gilang lo kemana sih, Nisa kritis juga arrghhh” . Tiba tiba perawat datang “Dok , kita sudah mendapatkan pendonor jantung. Keluarga sang pendonor juga bersedia.” Kata perawat itu. “baiklah segera bawa gadis ini keruang operasi” segera di bawanya Nisa ke ruang operasi untuk mentranspalasi jantungnya. “ibu dan bapak berdoa saja kami akan melakukan yg terbaik untuk putrid bapak” ucap dokter itu “Terimakasih dok” kini Orang Tua Nisa tampak gelisah begitu juga Stevan , berulang kali di telponnya Gilang tapi tak ada juga jawaban. Tiba Tiba Dinda datang, dng wajah paniknya, “Kak gmn keadaan Nisa kak ?” stevan menjawab dng tak tenang “Dia sedang menjalankan operasi , kamu berdo’a saja” Dinda kembali duduk di kursi tunggunya.

            Dokter keluar , dengan wajah lega dari ruangan operasi. Mama Nisa dan Papa Nisa sontak langsung berdiri “Selamat operasi anak bapak berjalan dengan Lancar. Anak bapak kini sudah terbebas dari penyakit itu” Jelas dokter yg mengoperasi Nisa. Mama Nisa langsung menangis dan begitu juga papa Nisa , “Alhamdulillah” ucap Papa dan Mama Nisa . Stevan Dan Dinda langsung berpelukan “Alhamdulillah ya kak” ucap Dinda. Ketika mereka berdua menyadari bahwa diri mereka terikat dng tangan satu sama lain. Sontak mereka lepaskan pelukan mereka tadi “maaf Dind” ucap Stevan . “iya kak gak papa kok” kini muka Dinda merah padam.