Saturday, 21 December 2013

IBU

HAPPY MOTHER'S DAY .. semoga para ibu di dunia di lindungi dan di lapangkan jalannya menuju surganya AMIN Yarabbal'alamin...

dalam memperingati hari ibu , mungkin kiasan yg ku buat ini bisa mencurahkan isi hati reader dalam menyayangi ibunya.. happy reading..

IBU (karya : Noviany Pratiwi)

Di saat dinginnya malam menyelimuti
Kau dekap aku dengan pelukanmu
Dan di saat sunyinya ruang menghampiri
Kau hibur aku dengan senyummu

Tapi, mengapa saat itu terjadi padamu
Aku tak dapat melakukan hal yang sama ?
Aku hanya sibuk menyelamatkan hidupku
Hingga lupa akan dirimu

Walupun demikian..
Mengapa kau tak marah padaku
Kenapa kau terus tersenyum
Dan mengapa kau tutupi semua ini ?
Apakah itu demi aku
Demi seorang anak
Yang hanya memikirkan egonya sendiri

Ibu…
Maafkan aku, maafkan semua kehinaan ku
Aku berhutang dosa kepadamu
Ampuni aku ibu..

Ya tuhan…
Dengarlah pintaku ini
Aku sayang padanya
Aku tak mau ini terlambat
Berikan aku sedikit lagi
Sedikit nafas untuk membahagiakannya
Karena ku ingin
Menghapus kekeccewaan di benaknya

I LOVE YOU SO MUCH MOM :") YOU'RE MY EVERYTHING
Tak ada yang dapat menggantikan mu , karena bagiku kaulah yg sempurna di mataku !

Tuesday, 10 December 2013

We Are Still Together

PROLOG…

“Jujur aku tak sanggup melepasmu, aku sayang padamu lebih dari yang kau tau. Tapi aku juga tak bisa memaksa kehendakmu, aku tau ku tak sempurna, ku tak bisa jadi yg kau harapkan. Sebanrnya tahukah kamu ? apa yang ku perjuangkan untuk mempertahankan ini ? ah sudahlah aku akan coba melepaskanmu dengan kepedihan hati ini, semoga kau bahagia dengannya”

Shila menangis sejadi jadinya, menyimpan perasaan sakit yang sangat mendalam. Ya bagaimana tidak, Shila sangat sayang sama Roman, tapi tak dengan Roman. Mereka berdua memang sudah lama putus, tapi Shila tetap sayang sama Roman. Rasa sayang Shila tak pernah tergoyah sedikitpun.

Status Twitter :
@roman_ : “Aku sangat Menyayangimu” 2mnt
@ReiNatabcd : cieeeh aku juga :* “@roman_ : aku sangat menyayangimu” 3mnt

Hampir setengah jam Shila tak henti hentinya memandangi timeline twitternya, menunggu sesuatu yang membuatnya menangis sedari tadi, entah apa yang di rasakannya. Shilla mungkin gadis yang selalu ceria tapi tidak dengan hal Cinta, banyak hasrat terpendam yang membuatnya luluh akan Cinta, apalagi sejak bersama Roman.
Status Twitter :
@Shillaaaa : “semoga kau bahagia denggannya”    now.

Sambil menitiskan air mata , Shila mencoba tegar dengan mengupdate status di TLnya.
“Ahhh gilaa ! alay banget sih gue, sadaaarr dong shill ! Roman udah gak sayang sama lo ! dia lebih sayang sama gebetannya bukan sama lo !” begitulah kata setiap jata yang lantunkannya , di ambilnya boneka pemberian org yang di sayangnya itu . di peluknya boneka tersebut dan Shilla pun bergumam

“Roman, seandainya kau pergi denganya, bisakah kau merasakan, siapa yang sangat menyayangimu.. aku tak mau kau bahagia dengan orang yng salah”.





Tanya Hati

Hai Bintang….
Dapatkah kau tunjukkan
Apa yang di rasakannya sekarang

Hai Bulan..
Bisakah kau sampaikan padanya
Apa yang ku katakan pada bintang

Oh Tuhan ..
Tunjukkan aku sebuah jawaban
Atas hati yg penuh kegelapan
Hingga tak lagi ku tanyakan
Pada bintang dan bulan



Monday, 9 December 2013

No Title (poem)

ehehe percobaan rencananya mau buat pake bahasa inggris , alhasil gagal total -___-' sumpah mampet ni otak kalau ngomongin inggris , dari pada di inggrisin kalian pada gak ngerti jadi in indo aja yah ehhehehe, kan cinta tanah air gitu ehehe...  oke cekidoott >>>>>


Malam memang sunyi
Hanya cahaya rembulan yg cukup menemani
Tapi mengapa tak dengan hati ?
Yang rusuh karena Rindu menanti

Sakit memang sakit
Melewati jalan yang berbukit bukit
Menahan rasa yang sangat rumit
Hingga cinta tak lagi sulit

Jarak memang jauh
Memaksa kita untuk berlabuh
Jika cinta sudah jatuh
Rindu tetap terus menyentuh


Tuesday, 4 June 2013

Black Roses episode 12
-Where are you ?!-

            Sungguh anugerah bagi mereka. Kini Gadis manis itu akan kembali pulih. Tapi bagaimana keadaan pangeran gadis itu ? drtt…drtt.. ponsel Stevan berbunyi di layar tertulis Elang calling. “van.. hikks hikss.. “ suara tangisan lelaki di sebrang sana “eh Lang kok lo nangis ! ada apa hoii ?” Tanya Stevan sedikit ragu tak biasanya sahabat dia itu menangis. “Gilang van gilang ! kembaran gue meninggal !!!! huaaaa ! dia ada nitipin sesuatu buat adik lo” kini tangisan lelaki di sebrang sana smakin menjadi. Stevan shock ! dia bingung apa yg harus di sampaikan kepada adiknya itu jika dia mengetahui bahwa org yg sangat di cintai dan di sayanginya kini pergi meninggalkannya untuk selama lamanya. “APA ?! kok bisa !!!” teriak stevan yg tak percaya. “saat berjalan di persimpangan lampu merah ada sebuah mobil truk besar menabraknya dng kecepatan tinggi. Dia sempat di larikan di rumah sakit tapi tak lama dia menghembuskan nafas terakhirnya. Gue gak kuat van, gue gak percaya dia secepat itu ninggalin gue hiks hiks…” lelaki itu menjelaskan kronologisnya kepada stevan di isak tangisnya. “Lo yang sabar ya el. Gue yakin Gilang tenang di atas sana asalkan kita semua relain dia”.

            Nisa telah terbangun dari tidurnya. Tidur yang cukup panjang paska operasi. Kini dia telah sehat kembali. Tapi ada sesuatu yg menggajal di hatinya. “bang ? kok gue gak ada liat gilang yah dari nisa bangun ? dia kemana bang ?” Tanya gadis itu. Stevan hanya tertunduk lemas “sudah lah ! lupakan lelaki itu, nanti lo bakalan nyesel ngingat dia !” kata stevan setengah membentak dan keluar meninggalkan nisa adik manisnya itu. dia menyesal tak seharusnya dia membentak adiknya sprt itu. “apa maksud stevan tadi yah” batin nisa yg bingung dng perlakuan kakak nya itu. setelah 5 hr di rawat di RS pertamina nisa pun di bawa pulang dia juga sudah bisa menjalankan aktivitasnya. Sudah sebulan dia menyusun skripsi , dan sekarang Nisa melaksanak wisudanya. Tp dia tak begitu gembira karena sosok lelaki yg di tungguinya tak kunjung datang. “ma, pa, bang ? Gilang mana yah ? kok hampir 2 bulan ini dia gak pernah nemuin nisa sih” ucaap nisa lirih, hatinya sungguh kecewa, tapi dia terus berusaha untuk menunggu pangeran hatinya. Orang tua nisa dan stevan hanya terdiam. “Nis yuk masuk udah mau mulai nih” ajak Dinda. “yaudah yuk” hampir 2 jam berlalu acarapun selesai kini Nisa sudah selesai dengan S1 nya, dia keluar dari gedung mewah itu . orang tua Nisa dan Stevan sangat senang melihat Nisa, “selamat ya sayang” ucap papa Nisa “eciyaa.. adek gue udah jadi sarjana aja nih” ucap stevan sambil mengusap usap kepala adik tersayangnya itu. Sedari tadi Nisa hanya diam , Cuma senyuman tipis yg nyangkut di mulutnya. Sungguh kekecewaan yg kini dalam hati Nissa walaupun harusnya kebahagiaan yg di rasakannya. “Gilang , lo kemana gue kangen sama loe , knp loe gak pernah ngabarin gue lagi, setiap gue tanya lo ke abang gue, abang gue selalu mengalihkan pembicaraan. Apa yg sebenarnya terjadi ?” batin nisa , “hoiii ! ngelamun aja dr tadi entar kesambet lo” suara stevan memecahkan lamunan nissa. “Bang ? gilang kok gak ada yah” ucap nisa sedih sambil menundukan kepalanya. “nanti loe juga tau sendiri Nis”

            2 bulan berlalu, 3 bulan berlalu, dan sekarang ini sudah yg ke 4 bulan Gilang tak member kabar ke Nisa, Nisa semakin bingung berulang kali di telponnya ponsel gilang tapi tak pernah aktif. Dia tau Gilang punya abang, tpi dia tak pernah melihat abangnya gilang. Sayang gadis itu lupa bahwa abang gilang adalah sahabat dekat abangnya. “Nis ? ada kiriman surat nih tadi” segera nisa membuka amplopp itu “Abaaang, gue keterima di perusahaan ERLANGGA, dan gue juga keterima di bagian manager perusahaan itu yeaaaay” teriak gadis manis itu seraya memeluk abangnya. “waaah selamat selamat, hebat juga lo hehe PJ dong yah”. “seeeeep” gadis itu mengedipkan mata sebelahnya.

            Waktu di Jakarta sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, sprt biasa gadis itu prg jalan jalan sore bersama sahabatnya. “Din, gue di terima looh di perusahaan ERLANGGA dan gue di ambil untuk bagian managernya” jelas Nisa “waah selamat yah Nis, gmn nnti malam kita makan makan hehe tp lo yang bayarin yah hehe” “Alesaan lo din, bilang aja minta di traktir” DInda hanya senyum senyum gak jelas mendengar ucapan nisa. Setelah lama menyusuri jalan kota Jakarta dng semburan warna senja yang cukup membuat indah suasana di sore itu. Nisa memberhentikan mobil yg di kendarainya di depan toko bunga langganannya dulu. “selamat datang mbak, eh baru liat nih kemana aja gak prnh mampir lagi” sapa penjaga toko tersebut “hehe iya mbak, sya sakit , Alhamdulillah skrg saya sudah kembali sehat” jawab gadis manis itu dng ramah. Setelah berbincang bersama si penjaga toko nisa, nisa melihat bunga mawar hitam yg dulu sering di belinya. Kini ia Rindu akan mawar itu, dan mawar itu membuatnya semakin rindu akan sosok lelaki yg di sayanginya, dan di cintainya. “gilang ? lo kmn sih ? gue rindu sama lo ! gue mohon lo balik yah… gue capek nyari nyari lo” batin gadis itu, sungguh kerinduan menggeluti suasana hatinya. Di ambilnya 2 tangkai mawar hitam untuk di bawanya pulang, segera dia membayar mawar itu ke penjaga kasir. Di tentengnya mawar itu menuju pintu mobil yg di kendarainya. Tapi, seketika kaki gadis itu berhenti melangkah sebelum sampai di pintu mobil milikny, matanya tertuju kepada sosok lelaki yang akan masuk ke dalam mobil Nisan Juke putih yg terpakir tepat di depan mobil miliknya. “GILAAANG !!!” teriak gadis manis itu, lelaki itu menoleh sebentar dan melemparkan senyum kearahnya, hanya sekejap lelaki itu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tempat parkirannya. Gadis manis itu hanya diam terpaku menatap respon lelaki itu, “gilang ? lo jahat banget sama gue, lo tega ninggalin gue, sebenarnya kemana lo selama ini” gumam gadis itu, yg kecewa melihat respon lelaki yg di sapanya tadi, sambil berjalan gontai dng titikan air mata membasahi pipinya. Gadis itu pun masuk, dan mengendarai mobilnya untuk pulang.

POV LELAKI SEBELUMNYA


“sorry nis, gue bukan GILANG ! gilang udah gak ada gue yakin suatu saat lo bakal tau semuanya, tp gak sekarang, dan gue udah janji bakal jagain lo buat gilang.”

Tuesday, 14 May 2013


Black Roses episode 11
-This Not Last-

            Kini 3 hari sudah Nisa di rawat di rumah sakit, keadaan nya kian hari semakin memburuk. Tubuhnya kurus , seperti Tulang yg hanya di lapisi kulit. Sungguh kini kondisi Nisa sangat memprihatinkan. Mama dan Papa Nisa setiap hari berdoa untuknya begitu juga Stevan , Dinda, dan juga Gilang. Mereka semua yakin kalau Nisa bisa melewati ini, dan bertahan untuk menghadapi cobaan yg di alaminya. “Nisa sayang, mama, papa , bang stevan selalu nungguin Nisa, Nisa bangun yah, Disini juga ada pangeran Nisa yg setiap hari juga nungguin Nisa bangun” ucap mama nisa yg selalu menangis melihat Nisa. Selama berada di rumah Sakit Nisa belum juga siuman Dia koma hingga saat ini . Menurut dokter, keadaan nisa sudah tidak memungkinkan , gadis itu harus secepatnya mendapatkan transpalasi Jantung. Namun sampai saat ini belum ada pendonor jantung yg bersedia.

POV GILANG
            “Gue gak ngerti, kenapa takdir tuhan begitu sulit. Gadis yang gue sayangin, harus menantang maut dengan sendirinya. Gue gak kuat melihatnya, Ya Tuhan Gue sayang sama Dia ! gue gak mau kehilangan dia, tapi jika suatu saat nanti sesuatu dari diriku ini bisa membantu nyawa darinya. Akan ku relakan Hidup dan Matiku untuknya. Sungguh Rasa Cinta ini yg menjadi saksi bisuku.” Itulah yang Gilang rasakan saat ini, mungkin benar Cinta perlu pengorbanan. Apapun dia bersedia untuk melakukan demi Cintanya. Cinta untuk orang yg di sayanginya.
POV GILANG off

            “kak ? Lo di mana ? Tanya lelaki di sebrang sana dengan perantara seluler. “Gue lagi di Rumah sakit nih, lo kapan ke sini lagi ?” Tanya Stevan ke pada lelaki di sebrang tadi. “oke, ni gue otw yah kesana. Setengah jam lagi gue kesana”. Tut..tut…tut.. sambungan terputus. Lelaki yg tadi, kini meluncur ke jalan raya untuk menemui gadis pujaan hatinya yang sedang menantang maut itu. “Black Roses wait me..” ucap lelaki itu di dalam mobil, sambil menyusuri jalan raya lelaki itu memutar lagu favoritnya Geisha – Pilihan hatiku. Walaupun dia cowok , tapi hatinya cukup mellow.

Geisha - Pilihan Hatiku

Berdiri ku disini hanya untukmu
Dan yakinkan ku untuk memilihmu
Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu
Aku kan ada untuk dirimuDan selalu tuk mu

Reff :
Terlukis indah raut
Wajahmu dalam benakku
Berikan ku cinta terindah
Yang hanya untukmu…
Tertulis indah puisi cinta
Dalam hatiku
Dan aku yakin kau memang
Pilihan hatiku

Dalam hati kecilku inginkan kamu
Berharap untuk dapat bersamamu

Setelah beberapa menit menyusuri jalanan ibu kota , berhentilah lelaki itu di sebuah toko bunga di pinggiran jalan. “Selamat datang ke toko kami, ada yang bisa sayang bantu mas ?” Tanya penjaga toko itu “ya saya mencari mawar hitam , apa ada ?” lelaki itupun menunggu penjaga toko tadi mengambil mawar hitam nya. “Ini mas mawarnya” segera di ambil mawar itu dan lekas dia menuju ke kasir untuk membayar mawar yg di belinya. “Terimakasih” ucap lelaki itu. “terima kasih kembali, selamat siang” jawab si penjaga kasir. “ini Kado buat kamu black roses smoga kamu suka” Batin lelaki itu, ternyata dia sengaja singgah ke toko bunga untuk membeli mawar hitam kesukaan gadis manisnya itu.

            Di pacunya Nissan Juke silver miliknya itu, tiba tiba Handphone berdering. Lelaki itu segera mengambil ponsel di dalam sakunya ketika di ambil , ponsel yg di genggam nya terjatuh. Spontan lelaki itu menunduk mencari ponsel miliknya. Lelaki itu tak focus dengan kendaraan yg di bawanya. Ketika menunduk,  mobil berada di persimpangan lampu merah, lelaki itu tak melihat lampu yang menyala, di terobosnya lampu merah itu akhirnya. BRAAAAK !!!!!! sebuah kecelakaan besar menimpa lelaki itu, ada sebuah truk besar melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kanan. Semua kendaraan berhenti. Lelaki itu segera di larikan ke rumah sakit. Semua suster perawat dan dokter segera menangani lelaki itu namun takdir berkata lain nyawa lelaki itu tak dapat di tolong kembali.

POV Nisa

“ibu bapak, keadaan anak kalian semakin kritis, jika tidak secepatnya melakukan transpalasi kami tak menjamin nyawa anak ibu tertolong” jelas dokter itu . mama nisa hanya bisa menangis dan papa Nisa sudah pasrah. Stevan , tampak gelisah no. ponsel kekasih adiknya itu tak dapat di hubungi. “Gilang lo kemana sih, Nisa kritis juga arrghhh” . Tiba tiba perawat datang “Dok , kita sudah mendapatkan pendonor jantung. Keluarga sang pendonor juga bersedia.” Kata perawat itu. “baiklah segera bawa gadis ini keruang operasi” segera di bawanya Nisa ke ruang operasi untuk mentranspalasi jantungnya. “ibu dan bapak berdoa saja kami akan melakukan yg terbaik untuk putrid bapak” ucap dokter itu “Terimakasih dok” kini Orang Tua Nisa tampak gelisah begitu juga Stevan , berulang kali di telponnya Gilang tapi tak ada juga jawaban. Tiba Tiba Dinda datang, dng wajah paniknya, “Kak gmn keadaan Nisa kak ?” stevan menjawab dng tak tenang “Dia sedang menjalankan operasi , kamu berdo’a saja” Dinda kembali duduk di kursi tunggunya.

            Dokter keluar , dengan wajah lega dari ruangan operasi. Mama Nisa dan Papa Nisa sontak langsung berdiri “Selamat operasi anak bapak berjalan dengan Lancar. Anak bapak kini sudah terbebas dari penyakit itu” Jelas dokter yg mengoperasi Nisa. Mama Nisa langsung menangis dan begitu juga papa Nisa , “Alhamdulillah” ucap Papa dan Mama Nisa . Stevan Dan Dinda langsung berpelukan “Alhamdulillah ya kak” ucap Dinda. Ketika mereka berdua menyadari bahwa diri mereka terikat dng tangan satu sama lain. Sontak mereka lepaskan pelukan mereka tadi “maaf Dind” ucap Stevan . “iya kak gak papa kok” kini muka Dinda merah padam.

Monday, 13 May 2013


Black Roses episode 10
-Oh Ternyata….-

            Hampir 2 minggu Nisa di rumah sakit keadaannya juga mulai membaik kini Nisa sudah berada di rumanya. 2 hri setelah pulang kerumah orang tua Nisa mendadak ada urusan di luar negeri, sekarang hanya Nisa dan Abangnya yg berada di dalam rumahnya itu. Dinda untuk sementara waktu tidak bisa menemani sahabatnya itu karena urusan skripsi, dan Nisa memakluminya. Saat asik bersantai di ruang keluarga , Hp Nisa bordering dan itu telepon dari Gilang. Bergegas Nisa mengangkat Telpon itu. “Nisa ?? Ni Nisa kan ? yam ampun nis gue kangen ama lo, nih gue lg di Jakarta, ternyata gue mulai kuliah tahun depan, kemarin itu gue hanya daftar mengurusi administrasinya. Gue main kerumah lo yah” sungguh senang hati nisa , mendengar lelaki pujaan hatinya kembali datang. Sosok lelaki yang selama ini di rinduinya akan datang kembali di kehampaan isi hatinya. “eeh iya lang ke sini aja gue tunggu yah” ucap nisa dengan senyuman manis yg tak bisa di lihat oleh sosok lelaki itu. “okee wait… byee. Tutt tutt tut..” Sambungan pun terputus. Gadis itu sedari tadi senyum senyum sendiri di atas sofa, tiba tiba abangnya datang. “eh lo kesambet yah ? senyam senyum dari tadi” Tanya abangnya itu, “eeh gak kok hehe ada ada aja loh” kini gadis manis itu kembali memfokuskan pandangannya ke acara TV yg di tontonnya. Stevan hanya memandangi adiknya itu. dia senang bisa melihat adiknya tersenyum , karena dia tau sebenarnya rasa sakit itu selalu di tutupi oleh adiknya.

            Ting Tong.. bel rumah pun berbunyi, segera Nisa membuka pintu rumahnya itu “haaai gilang yuk masuk” gilang segera masuk ke rumah gadis manis si tuan rumah ini. “eh iya makasih, Nis lo sakit kok muka lo pucet ?” Deg… Nisa bingung mau menjawab apa, dia tak ingin orang yang di syanginya sedih mendengar penyakitnya itu. kini Nisa mulai berbohong. “aah gak gak kenapa napa kok, hehe” jawab nisa dengan gugup. “ooh ya udah eh gue kangen banget sama lo , serius deh, makanya setelah gue tau kalau gue mulai kuiah tahun depan gue cepet cepet balik ke Indonesia hehe.. sebenarnya bokap gue gak bolehin, katanya bolak balik gitu, tp gue alesan aja bilang kakak gue kangen Indonesia jd mau liburan hehe..” gadis itu hanya geleng gelenng kepala mendengar alesan lelaki di depannya itu, sungguh rasa senang yang luar bisa kini menyelimuti hatinya. “eh lang gue kebelakang dulu yah , mau bikinin air buat lo, mau minum apa ?” Tanya gadis itu . “teh es aja deh hehe” segera gadis manis itu pergi ke dapur rumahnya untuk membuat pesanan Gilang. Tak. Tik. Tok. Suara langkah kaki dari arah tangga “Eh Gilang ???? Ngapain lo disini ? bukannya di aussie ?” Tanya Stevan yg baru turun dari kamarnya. Gilang merupakan adik dari temannya stevan yaitu Elang. Jd wajar saja stevan lumayan akrab sama adiknya elang itu Gilang. “eh ni bukannya Rumah Nisa ? kok ada lo kak ?” Tanya stevan yg kebingungan. Rupanya slama ini Stevan gak pernah cerita tentang Nisa ke dia hanya Elang yang tau Nisa. “Lah Nisa itu adek gue gilang , hehe kok lo kenal sih ama dia ?” Deg… “Nisa adiknya stevan ? berarti yg sakit ????” kini pikiran Gilang tak karuan. “hah serius kak ? gue gak sengaja aja ketemu dia mungkin jodoh kali hehe…. Eh iya kak Nisa sakit apa, pantes mukanya pucet ?” Tanya Gilang frontal. “ehm.. gini lang, Nisa sakit gagal Jantung stadium 3” kini raut muka Stevan berubah. “APA !!! gagal jantung gak mungkin !” betapa terkejutnya Gilang mendengar  penyakit yg di derita Nisa, kini orang yg di sayanginya sedang mengalami cobaan yg cukup berat , bahkan bisa di bilang sangat sangat berat “iya , kok lo segitunya kaget sih lang ? Lo siapanya dia ?” kini gilang menunduk lemas “Gue , gue sebenarnya sayang sama adik lo kak, dia org yg bikin hidup gue berwarna, tanpa dia perasaan gue gak jelas banget, yah galau gitu. Gue pernah nembak dia, tapi belum ada kepastian jdnya karna waktu itu gue mau brngkt ke aussie, nah sekaranglah gue minta jawabannya. Tapi , sungguh gue gak nyangka Nisa bisa sakit separah itu” ucap Gilang lesu “kak, Nisa bisa sembuh kan ?” kini Gilang bertanya kepada stevan abang Nisa. “eh.. ehmm.. Bisa asalkan ada orang yg bersedia mendonorkan jantungnya untuk Nisa” jawab stevan. Tak lama Nisa datang , dia bingung melihat ke 2 nya tertunduk lesu. “maaf yah lama, tdi meres jeruknya dulu hehe, eh iya kak ni Gilang, pacar.. eh bukan sahabat Nisa” Nisa keceplosan ingin menyebut Gilang sbgai pacarnya, tp seingat dia kembali kemarin mereka tak ada ikatan pacar pacaran maka di ubahnya dng status sahabat. “Kalo lo siap jadi pacar gue, gak papa kok Nis, gue janji bakal bahagiain lo” kini Gilang smakin Frontal. Deg.. Jantung Nisa serasa berhenti berdetak dia bingung apa yang harus di jawabnya, kini ia teringat penyakit yg di deritanya, dia takut bakalan meninggalkan Gilang sebelum waktunya “Gak bisa Lang” ucap Nisa Lirih “Kenapa Nis ? gue sayang sama Lo lo juga sayang kan sama gue ?” Stevan hanya bisa diam melihat adik dan calon pacar adiknya itu . “Lo gak ngerti lang, Lo gak tau !...” belum sempat Nisa menjelaskan Gilang langsung menyambar omongan Nisa “Gak tau apa ? gak tau kalau Lo punya penyakit yg mematikan ? Gagal Jantung stadium 3 ? Gue yakin Lo bisa sembuh Nis ! Lo cewek yg Kuat” kini setelah mendengar perkataan Gilang , Nisa mulai mengeluarkan butiran butiran air dari pelupuk matanya dia tak kuasa menahan kesedihan di hatinya. Ternyata orang yg harus nya tak tau kini menjadi tau “Dari mana lo tau !” ucap Nisa di sela isak tangisnya. “Kak Stevan, gue udah kenal lama banget dng kak stevan. Dia ssahabatnya kakak gue di aussie, dan sewaktu kemarin gue ke aussie rencana mau main ke rumahnya stevan, tp katanya dia lagi di Jakarta menemui adiknya yang sakit. Dan sekarang gue tau kalau Lo adiknya stevan” ucap angga yg kini menunduk, sebenarnya ingin sekali dia menangis, tp dia laki laki, mau taruh di mana kejantanan lelaki nya jika dia mengeluarkan air mata. Kini Nisa tak bisa berkutik sama sekali hanya tangisan yang dapat ia lontarkan untuk menenangkan hatinya. “Nisa lo jangan nangis dong , gue sayang sama lo , gue sayang sama lo tulus dari hati gue yg paling dalam. Gue janji bakalan nerima lo apa adanya, Lo percaya kan sma gue ? lo mau kan jd temen hidup gue” kini ucapan Gilang tak mampu di bantahnya lagi, hatinya terus meronta, dia ingin seklai bersama lelaki itu, lelaki yg di sayangi nya . “Nisa sayang, gue tau perasaan lo, ikuti kata hati lo” ucap Steven abang Nisa. Nisa hanya mengangguk , langsung di peluknya lelaki yg berada di sampingnya itu. “Iya Lang Gue mau ! Gue syang sama lo !” Nisa hanya bisa menangis sesegukan di pelukan Gilang. Akhirnya lelaki itu menjadi milik gadis manis itu, dan dia berharap lelaki itu menjadi pendamping hidupnya untuk selamanya. “Dada guee… sakit.. “ Lirih Nisa , kini mulutnya kembali mengeluarkan darah “Nisa lo kenapa ?” ucap gilang panik . “Nisa ! Nisa ? Gilang ke luarkan mobil sekarang !”

            Mobil pun datang, Nisa segera di gotong ke dalam Mobil untuk di larikan ke rumah sakit. “nisa , Lo yang kuat yah gue yakin lo pasti sembuh kok, bisik Gilang yang memangku tubuh nisa di dalam mobil sementara Stevan memegang kemudi. Nisa segera di bawa ke ruang intensif, semua alat di pasang di tubuh Nisa , Steven hanya terduduk lemas begitu juga dengan Gilang. Dokter pun keluar, “bisa bicara dengan keluarga dari sodara gadis tadi ?” Tanya dokter “Iya dok saya abngnya” , “Mari ikut saya” Stevan mengikuti langkah sang dokter keruanganya. “silahkan duduk nak” , “terimakasih dok” . dokter menghela napas  “ehm… begini nak, daya tahan adik kamu sekarang sudah sangat melemah, jantungnya sudah sulit sekali bekerja , kini penyakitnya sudah memasuki stadium akhir, jd harus seceparnya ada pendonor yg memberikan jantungnya, kami pihak rumah sakit sudah berusaha tapi untuk saat ini masih belum ada” kini Stevan hanya tertunduk lemas, dia tak kuasa menahan air matanya, kini cairan bening itu, membasahi pipinya. Di luar pintu ruangan , ternyata Gilang mendengar pembicaraan itu, sungguh sakit yg di rasakannya dia belum bisa melepas kekasih yg sangat di sayanginya. “Black Roses, gue janji bakal bantu Lo sembuh” ucap batin Gilang . Kreek … Pintu ruangan terbuka Gilang segera berlarii meninggalkan ruangan itu.

            Di Ruangan , Nisa terlihat lemah , terbaring tak berdaya. Sungguh umur yg muda , dan suatu yg berat cobaan yg harus di hadapinya. “Black Roses , walaupun lo diam, lo pasti bisa denger gue, gue yakin lo pasti sembuh lo yang kuat yah” Bisik Gilang di telinga Nisa. Stevan hanya duduk di luar menenangkan dirinya dia tak sanggup melihat penderitaan adiknya “Ya Tuhan berikanlah jalan terbaikmu.” Doa Stevan.

Black Roses episode 9
-I Can Be Stronger-

            2 hari berlalu Nisa hanya menghabiskan waktunya di kamar, dia tak mau bertemu siapa siapa, mungkin dia masih tertekan dengan penyakit yg di alaminya. Tok.. Tok.. Tok.. “nisa m ni gue andin” ucap seseorang di luar pintu kamarnya “masuk aja Din, gak gue kunci kok” di bukalah pintu kamar bercat biru itu, datanglah wanita berpakaian casual ke kamar gadis itu, di dekati sahabatnya itu yang kini sedang duduk di pinggiran jendela kamarnya. Dinda, sahabat gadis itu tak tega melihat keadaan gadis yg duduk di pinggrian jendela kamarnya itu. wajahnya pucat , pandangan seakan akan kosong, badannya kini kurus , seperti tulang yang hanya di balut kulit. “Nisa sayang, tadi bonyok lo nelpon gue katanya nanti sore bakalan datang ke Indonesia, oh iya abang lo juga” ucap Dinda seraya menghibur sahabatnya itu. “hah ? yang bener din ? kok mereka gak ngasi tau ke gue ??” gadis itu bertanya kpd sahabatnya. Ada rasa senang yg kini datang dalam jiwanya, ya mungkin dengan kedatangan org yg slama ini di rindunya, bakalan menambah semangat hidupnya.  “katanya, hp lo gak aktif jd mereka nelpon gue” seketika gadis itu menepuk jidatnya “ooh iya gue lupa, hp gue kan low , 2 hr gak ada gue cas hehehe” gadis itu kini mulai menampakkan senyum manisnya, ya manis sekali. “nah gitu dong kan manis , dari pada duduk diem jelek tau gak hehe” hibur sahabatnya itu

            16.00  sudah sore tapi 2 sahabat itu masih betah bercerita tentang kejadian kejadian di diri mereka masing masing. Hingga akhirnya Ting Tong… kreek pintu terbuka, “eh tuan nyonya den stevan udah datang mari silahkan masuk, non Nisa nya lagi di atas sama temennya” ucap bibi itu, stevan pun pergi ketangga atas untuk menemui adiknya tercinta di bukanya pintu kamar sang adik “I’m Coming !!!” teriak stevan. “ABAAAANG ! kapan lo datang ?? Mama papa mana ?” gadis itu langsung ngacir pergi keluar kamar menemui papa mama nya dan abangnya kini di tinggal berdua sama sahabtnya itu . “hoii kampret lu ah, gue dating malah ngacir -_-“ abang nya pun kini menyusul adik tersanyang nya itu “Gue di kacangin dah nih” kini sahabatnya pun ikut menyusul kedua abang adik itu. ya iyalah masa iya dia mendem di kamar gak sopan namanya.

            “Mama !!! Papa nisa kangeeeeen !” teriak gadis itu sambil memeluk bonyoknya. “gue gak ? somplak lu gue dating nemuin lo , lu ngacir aja” kesal abangnya yang sedari tadi di kacangin sewaktu menemui adiknya itu. “wehee mangap dah bang, habis gue kangen beratnya ama mama papa, lukan biasanya kita skypean welk :p” gadis itu bercanda ria bersama keluarganya seakan akan tak ada beban yang di pikulnya, sahabatnya yang sedari tadi duduk di sofa melihat tingkah gadis itu kini tersenyum lepas. “Nisa kok muka kamu pucet gitu nak ?” seketika semua sunyi, senyap, diam, sepi. “kamu sakit ?” DEG… sontak jantung nisa kini berpacu cepat apa yang harus di bilangnya kepada org tuanya kini, dia tak ingin mereka menjadi terbebani. “eeh.. itu. anu maah.. ng…ngggak kok nisa gak papa” mama nisa kini mulai curiga, “iya ma gak papa kok” . ucap nisa bokis, tapi cepat cepat nisa mengalih kan pembicaraan, dan suasana kembali hangat. “Nisa sungguh, lo kuat banget nutupin diri lo” batin sahabatnya itu melihay sikap sang gadis tadi.

            “uhuuuk, uhukk.. aduh dada nisa sakit” kini nisa memuntah kembali darah dari mulutnya , sungguh mereka yang sedari tadi berbincang hangat kini menjadi panik “sayang kamu kenapa ? papa !!!! keluarin mobil sekarang” teriak mama nisa yang begitu panikny . Dinda juga ikutan panik. “Nis lo pasti kuat !” ucap sahabatnya yang menguatkan gadis tak berdaya itu “mama, dada nisa sakit” lirih gadis itu. “Dinda ?! adik gue kenapa sih ! gue yakin pasti ada yang di tutupin lo harus cerita !” bentak sang abang. Kini Dinda terdiam , dia bingung apakah dia harus memberitahukan penyakit sahabatnya itu kepada abang sahabatnya itu. “eh… hem, iya tpi gak sekarang yah bang” kini Dinda bingung apa yang harus di lakukannya.

            Kini Nisa sedang di rawat intensif di ruangan rumah sakit itu. Papa, Mama, abang , dan sahabatnya nisa cemas menunggu keadaan nisa. “Dinda ! lo harus bicara dengan gue ! lo jelasin semuanya” bentak abang nisa ke sahabatnya itu. orang tua Nisa pun bingung “Stevan ? apa maksud kamu nak ?” kini Dinda yang semakin bingung haruskaah dia cerita, tapi jika tidak sahabatnya itu akan semakin parah karena tidak ada yg merawatnya dengan intensif jika di rumah. “baiklah ini demi lo, nis. Maaf gue harus cerita ke bonyok sama abang lo” batin Dinda. “Dinda ! jawab gue lo harus cerita sekarang” kesal abang Nisa, ya mungkin karena dia cemas dengan keadaan adik tersayangnya itu. “iya bang, begini sebenarnya Nisa terkena Gagal Jantung stadium 3 , itu kita ketahui 2 hr yang lalu. Nisa syok berat mendengar itu, dia terus mengurung diridi kamar, tapi ketika Dinda bilang kalau om,tante, sama bang stevan mau datang, wajahnya kembali berbinar, seperti ada semangat baru di hidupnya. Hanya 1 hal alasan dinda tidak mau bilang sama om, tante, dan bang stevan. Itu karena keinginan Nisa. Nisa gak mau menjadi beban di dalam keluarganya karena penyakit yang di deritanya” semua terdiam, dan DInda sehabis menceritkan itu semua juga terdiam. “apa ibu dan bapak, org tua anak ini ?” Tanya dokter yang baru keluar dari ruangan intensif itu. “iya Dok saya mama dri anak tadi, bagaimana keadaannya ? apa dia baik baik dok” Tanya mama nisa. Papa nisa hanya terdiam menatap anaknya dari luar jendela pintu tempat nisa di rawat. Stevan abang Nisa, kini mulai mengeluarkan butiran butiran bening dari pelupuk matanya “You Can be strong dear” batin abangnya itu. “kita harus berbicara lebih untuk penyakit ini, mari ibu bapak ikut ke ruang saya” kini mama dan papa nya Nisa mengikuti Dokter itu, karena ada pembicaraan penting yg harus mereka berdua ketahui. Stevan dan Dinda memasuki ruang perawatan Nisa.

            “silahkan duduk pak, bu” dokter itu mempersilahkan orang tua nisa untuk duduk. Kini dokter itu memulai pembicaraan “bapak, dan ibu mungkin sudah tau penyakit anak bapak” orang tua Nisa hanya mengangguk lemas “penyakit anak bapak sudah menggerogoti kedaya tahanan fisik anak bapak dan ibu, jadi.. dapat di simpulkan bahwa kehidupan anak bapak dan ibu hanya 1 bulan terakhir ini. Tetapi, jika transpalasi jantung cepat di kerjakan anak bapak dan ibu kemungkinan besar bisa di selamatkan” mama Nisa hanya bisa menangis di ruangan itu di pelukan papa Nisa. “Saya mohon, lakukan yang terbaik dok buat anak saya, saya bakal bayar berapapun demi anak saya bisa pulih kembali” ucap papa Nisa yg berusaha tegar, dia yakin anaknya pasti sembuh. “Saya akan berusaha semaksimal mungkin” kini dokter itu mempersilahkan orang tua Nisa untuk keluar dan menemui anaknya yg terbaring lemas di tempat tidur di dalam ruangan serba putih.

            “mah, Pa, bang Stevan ? Nisa dimana ????? Dinda mana ?” kini Nisa telah siuman. “lo di rumah sakit sayang, Dinda katanya mau pulang dulu mau mandi ntar malem dia kesini lagi kok” ucap abang yang di sayanginya itu, sungguh tak tega abangnya itu melihat keadaan fisik adik yg di sayanginya. “Dinda ? kenapa kamu gak mau cerita sama mama tentang ini sayang ? jadikan mama lebih memperhatikan lagi keadaan kamu, mama sayang sama kamu kamu pasti kuat sayang” ucap mama Nisa di sela tangisannya. “Mama jangan nangis, Nisa gak papa kok, Nisa pasti kuat, makasih mama. Nisa juga sayang sama mama, papa, dan juga bang stevan” . Stevan hanya bisa mengelus ubun ubun di kepala adiknya itu. tiba tiba Hp Stevan bordering, ada sesorang yang menelpon dirinya. “halo siapa ya” Tanya Stevan . “Eh Van ni gue Gilang, lu dimana ? gue di ausie nih . rencana mau main kerumah lo” Tanya seseorang di sebrang sana. “Aduh sori banget lang, gue bru aja nyampe di Jakarta. Adik gue sakit soalnya, gue juga gak tau kapan balik lg ke sono, emang ngapain lo di aussie” jelas gilang, “ooh, ya udah cepet sembuh aja deh buat adik lo. Tp kok lo gak pernah ngenalin adik lo ke gue sih ? kpn kapan kenalin dong hehe.. gue di suruh bokap gue kuliah di sini. Padahal di Jakarta tempat kuliah bejibun. Katanya biar sama dengan Mas elang” kini Stevan hanya angguk angguk mendengar penjelasan kawan dekatnya itu. “ooh iya makasih bro, hehe kapan kapan deh kalau ketemu. Yang bener tu kuliah haha” setelah mereka berbincang sambungan pun terputus. Kini Stevan kembali melihat wajah manis adiknya itu “Nisa, lo masih terlalu muda buat ngerasaain ini, gue yakin lo pasti Kuat !” Lo harus kuat !

Saturday, 11 May 2013


“Black Roses episode 8”
-Cobaan Apa Lagi ???-
Drttt… Drtt… 1 massage, yang tertera di layar hp gadis tersebut. Dibukanya pesan itu

From : Gilang :*
Gw di dpn rumah lo, cepetan turun gak ada wkt lg..

Setelah membaca itu nisa pun turun dengan tergesa gesa, tak sempat lagi baginya untuk mencuci muka , karena baru bangun tidur hampir saja dia menabrak pintu kamarnya. Kreek… terbuka pintu rumahnya, “Gilang, kok awal banget lo kesini gue aja gak sempet cuci muka, emang ada apa sih ?” lelaki itu yang berdiri di depannya kini langsung memeluk gadis itu. “Lo lupa y anis, hari ini kan gue berangkat , gue gak sanggup pisah dari lo nis, gue sayang sama lo. Gue cinta sama lo, gue janji gue bakal balik lagi kesini buat nemuin lo !” gadis itu hanya terdiam mulutnya bungkam dia tak tau apa yang harus di ucapkannya. Setitik air mulai pecah dari bendungannya. Dia tak sanggup menahan air itu, “Gilang lo janji kan sama gue lo bakal balik lagi ke sini ?” ucap sang gadis dengan tersedu sedu “gue janji nis lo pegang janji gue, nih gue ada beli kalung hati buat kita berdua setengah lo setengahnya lagi buat gue, gue yakin suatu saat kalung ini bakalan bersatu kembali !” tiba tiba.. suara handphone gilang berbunyi, ternyata petugas bandara yang menelponnya. “nisa gue harus pergi , gue sayang sama lo , lo jaga diri lo baik baik yah” *cup* kecupan ketiga mendarat di dahi wanita tersebut “jangan nangis lagi , dada” sebuah lambaian tangan lelaki itu, serta senyumannya , kini membuat gadis itu , tak kuat menahan tubuhnya. Dia terduduk di depan pintu rumahnya menatap kepergian lelaki yang di sayanginya.

            “halo Nis, kok lo nangis, lo kenapa ? haduh maafin gue yah nis, gue gak ngasi kabar ke lo, gue beneran sibuk nyusun skripsi” sesal sahabtnya itu. “gakpapa kok din, gue baik baik aja, lo main dong kesini. Ntar gue certain deh” ucap gadis itu berusaha tegar, padahal dalamnya rapuh,sangat sangat rapuh. “yaudah ntar kalau selesai gue datang ke rumah lo ya, byee..” tuut tuut… sambungan terputus. Gadis itupun menyimpan kembali handphone nya, dia pun duduk di pinggiran sofa kamarnya, sungguh aneh yang di rasakannya, kehampaan kini melanda perasaannya. Gadis itu sungguh merindukan sosok yang mengisi relung hatinya.
Pov Gilang

“Black Roses, gue kangen sama loe” bisik lelaki itu , sedari tadi dia hanya melihat kearah luar jendela pesawat yang di naikinya. Sungguh kini lelaki itu , bakalan kehilangan sosok gadis yang di sayanginya, dan mungkin lelaki itu akan merasa kehampaan di relung hatinya, karena pergai jauh , jauh meninggalkan orang yang di sayangnya “black roses , gue janji bakalan balik buat lo !”
Pov Nisa
Kini gadis itu sedang duduk sendiri di belakang rumahnya, dia tak tau harus melakukan apa, seketika gadis itu merasakan pusing yang hebat di sekitar kepalanya, dan kini dadanya merasa sakit sekali, “uhuuk” darah segar keluar dari mulut sang gadis itu. “auww sakit, dada gue sakit, bibi tolong..” lirih suara gadis itu, taapi percuma suara itu terlalu kecil untuk di dengar. Gadis itu kini terbaring lemas di rerumputan belakang rumahnya. “Nisa !!!!! bibi panggil ambulan sekarang !!!” Teriak wanita yang baru datang terkejut melihat sahabatnya yang tergeletak tak berdaya di atas rerumputan belakng rumahnya, dengan penuh cucuran darah di sekitar mulutnya. “Nisa lo gak papa kan ? lo Kenapa nis” Tanya wanita itu, tapi percuma tak bakalan pertanyaan wanita itu di jawab oleh gadis yang terbaring di lengannya tak berdaya. Ambulan pun datang , gadis itu segera di bawa ke rumah sakit. “mbak tunggu di luar saja biar kami yang menangani” perawat itu melarang si wanita masuk ke ruangan intensif itu. kini wanita itu hanya terduduk lemas di ruang tunggu, dia hanya berharap tidak terjadi apa apa dengan sahabatnya itu.

Dokterpun keluar dari ruang instensif itu “apa anda sodara dari wanita tadi” Tanya dokter itu dengan nada yg cukup serius. “bukan keluarganya berada di luar negeri, tapi saya sahabat dekatnya, apa dia baik baik saja dok ?” kini Dinda sahabat gadis itu sangat cemas dengan keadaan sahabatnya itu. “bisa ikut keruangan saya sebentar” gadis itupun mengikuti langkah dokter itu. “maaf, apa sebelumnya teman anda itu punya penyakit yang di deritanya” Tanya dokter itu “saya tidak tau dok, tapi setau saya, dia tidak pernah mengeluh dengan penyakit yang di deritanya”. Dokter itu kini menghela napas , kini dia berat memberitahu penyakit yang di derita sahabtnya itu. “begini mbak, teman anda itu terserang penyakit Cardiomyopathies stadium 3” jelas dokter itu dengan nada yang berat. “APA ? MAKSUD DOKTER “ teriak wanita itu yang terkejut akibat penjelasan dokter itu. “ya begini mbak, teman anda terkena penyakit Cardiomyopathies, yaitu penyakit yang menyerang jantung si penderita,dan itu sulit sekali di sembuhkan hanya ada 1 cara untuk menyembuhkannya” dokter itu berhenti, dan menarik napas panjang “apa dok ?” kini wanita itu penasaran dengan apa yg akan di lanjutkan pembicaraan si dokter tersebut. “Transpalasi Jantung” kini wanita itu cengo mendengar perkataan dokter tersebut. “ha ? transpalasi jantung ? tapi itu gak mungkin dok ! sahabat saya itu tidak pernah mengeluh atas apa yg di rasakannya” perlahan lahan air mata wanita itu kini keluar membasahi pipi dan pelupuk matanya. “tenang mbak, kami tim dokter akan berusaha untuk mencari pendonor yang rela memberikan jantungnya” kini gadis itu memutuskan untuk keluar dari ruangan dokter itu, di sekanya air mata yang akan meluncur lagi. Tapi di tahannya sekuat tenaganya “terimakasih dok”.

“hai din, gue di mana sih ? gue gak kenapa napa kan ?” Tanya gadis polos itu dengan senyumannya . kini Dinda yang berdiri tadi, tak mampu melihat sahabatnya yang terkulai lemah di rumah sakit “din, gue tau lo kuat din. Gue yakin lo bisa lewati ini semua” kini Dinda tampu lagi menahan air matanya, di peluknya sahabatnya itu yang terbaring di tempat tidur dan di ruangan serba putih. “ din ? kok lo nangis ! maksud lo apaan sih gue gak ngerti !” kini Nisa semakin bingung , ada apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya “Din lo , lo terkena penyakit Cardiomyopathies, gagal jantung stadium 3, hiks hiks” jelas sahabatnya itu di isak tangisannya. “GAK MUNGIN !!!!” teriak Nisa , kini ia mulai menangis, bahkan meraung raung. “Gue belum mau mati din ! lo pasti becanda !” kini Dinda sahabtnya tak mampu melihat reaksi sahabatnya itu, dia tak ingin buat semangat hidup sahabatnya itu lemah “gak Nis ! lo pasti sembuh percaya sama gue” dinda kembali memeluk sahabatnya itu , sungguh hancur hati nisa mendengar penyakit yang di deritanya, tak pernah ia menyangka atas apa yg akan di hadapinya. Sungguh sulit takdir yang harus di laluinya “oh tuhan , inikah cobaan terberatmu ?” batin gadis itu Nisa.

Friday, 10 May 2013


“Black Roses episode 7”
-Kenapa Harus Berlalu-

Tok… tokk.. tok.. "Non tolong buka pintunya non, ada yang nyari nih. Non.." kreek.. ternyata pintu tak di kunci, masuklah bibi ke kmar gadis itu, gadis itu masih tetap terjaga dari tidurnya, mungkin bisa jadi mimpinya. “no, bangun non” guncangan bibi ke arah badan gadis itu “apaan sih bi masih awal juga” jawab gadis itu dengan malas. “itu ada cowok di depan katanya nungguin non, siapa tuh namananya si ANGGA,ELANG, eeh iya GILANG ! nah tuh non, dia datang tuh udah nungguin dari jam 5 subuh” gadis yang tadinya malas untuk bangun kini langsung duduk di tempat tidurnya dan berteriak, “HAAA GILANG !!!???” segera dia turun dari kamarnya dan pertama dia ke kamar mandi dulu untuk membasuh muka baru menemui lelaki itu. sesampainya di teras lelaki itu langsung menarik tangan gadis yang baru di temuinnya. “Gilang lo apa apaan sih ! narik narik tangan gue , gue belum mandi tau !!” lelaki itu tak perduli dengan ocehan gadis itu, tetap di tariknya tangan gadis itu masuk ke Nissan Juke yg di bawanya.

“Gilang ! lo mau bawa gue kemana sih , Lo tau gak gue ini masi pake piyama tau , mandi juga belom” gerutu gadis itu , karena kesal dengan lelaki yang membawanya kabur tanpa pemberitahuan ke dia terlebih dahulu. “Nanti lo juga bakal tau sendiri black roses, ni buat loh” lelaki itu memberikan 4 tangkai mawar hitam ke pada gadis itu, Nisa hanya cengo menerimanya. “ehh iya makasih” selama perjalanan mereka hanya diam, suasana tiba tiba dingin sedingin es . mungkin juga karena factor suasana pagi, ya Gilang menjemput gadis itu sekitar jam 5 subuh dan sekarang baru jam 5.20 menit. Gadis itu mengosok gosokkan tangan ke bahu hingga lengannya “lo kedinginan , nih pake jaket gue” lelaki itu pun melepaskan jaket yang di pakainya , jaket kulit hitam yang mungkin favorite nya. Di balutnya jaket kulit itu melingkari tubuh gadis itu aroma escada moon sparkle semakin melekat di hidung serta tubuh sang gadis itu, kini membuatnya nyaman dan tanpa di sadari dia tertidur di jok mobil yng empuk itu.

          “haaa Gilang mana ? kok gue di tinggalin sendirian di mobil, di hutan lagi huaaa mama !!!” teriak gadis itu setelah terbangun dari tidur nya, “eh apa’an nyante aja kali, lo lagi di puncak. Ni tempat favorite gue waktu kecil, hanya loe, gue dan kakak gue yang tau tempat  ini” jelas Gilang yang sedari tadi di luar mobil menikmati indahnya sunrise di atas puncak. “eh cepetan udah mau habis tuh sunrise nya” lelaki itu menarik tangan gadis itu untuk keluar dari mobil “waaah Bagus bangeeet !!! sayang deh gue gak bawa kamera” sungut gadis itu tapi sebenarnya hatinya kini senang luar biasa karena merasakan suasana yang cukup romantic bersama lelaki yang di mimpikannya semalam. “Nis duduk dulu gih, gue telpon makanan dulu yah, di deket sini ada villa punya bokap gue” bergegas lelaki itu pergi menelpon untuk memesan sarapan mereka pagi ini.

“Nih makan dulu gih” di berikannya nasi goreng sepical untuk gadis itu. “makasih, eh iya kok gue gak pernah liat kakak lo sih” Tanya gadis itu. “lagi makan gak boleh ngomong” gadis itu hanya terdiam mendengar ucapan lelaki itu, kini dia makan sambil menikmati panorama danau yang indah di depan matanya.

“Nis gue mau ngomong sama lo” ucap gilang yang sedari tadi duduk di samping gadis yg masih berpakaian piyama itu. “ya ngomong aja kali lang, tapi emang mau ngomong apaan sih serius amat kayaknya” kini gilang menatap gadis itu , dan tangan gilang kini memegang kedua tangan gadis di depan matanya. “Nisa sejak pertama gue ngeliat lo , gue udah agak aneh ngerasaain ini , setelah lama kita bersama sama, gue semakin deket sama lo. Gue tau gue orang baru di kehidupan lo, tapi gue gak bisa mendem lama lama perasaan ini. Gue Sayang sama lo nis ! gue cinta sama lo. Tapi maafin gue, mungkin ini hari terakhir kita bersama, besok gue harus berangkat ke aussie buat ngelanjutin kuliah gue. Gue Cuma mau lo tau , kalau selama ini , inilah perasaan gue ke lo” tak terasa kini buliran bening mengalir di pipi Nisa gadis manis itu, “Ya tuhan ! apa lagi ini !” batin gadis itu. “Gue juga sayang sama lo lang ! gue juga ngerasain hal yang sama kayak lo ! tapi kenapa harus secepat ini lo pergi ninggalin gue “ jelas Nisa dengan tersedu sedu, sungguh sulit menerima kenyataan yang di alami gadis itu, dia harus kehilangan 2x orang yang di sayanginya. “Lo gak boleh nangis nis, gue pasti bakal balik lagi kesini buat nemuin lo !” lelaki itupun memeluk gadis itu. gadis itu kini menangis sejadi jadinya “tatap mata gue nis , gue bakalan selalu ada di hati lo walaupun gue jauh di sana , gue janji gue bakalan balik buat lo !” kata lelaki itu dengan mantap *cuupp* kecupan hangan mendarat di dahi gadis itu, sungguh kehangatan yang di dapat. Kembali lelaki itu memeluk sang gadis. “Nis udah siang nih lo kan belum mandi, gimana kita pulang trus lo mandi baru kita jalan lagi” ajak lelaki itu, “yaudah deh yuk” gadis itupun menghapus air matanya , dia harus bisa kuat,dia tau lelaki itu lelaki baik bukan bajingan seperti mantannya.

           Sesampai di rumah “gue mandi dulu ya lang” pamit gadis itu, “okke sip, ntar sore gue jemput lo lagi yah”. Lambaian tangan mengiringi kepergian mobil itu, kini segera dia berlari kecil masuk ke rumahnya , di ambilnya handuk yang dari tadi terjemur di dalam kamar mandinya. Segera dia basuh tubuhnya. Setelah mandi, dia pun mengambil Hp nya, dia teringat sosok sahabtnya. Di telponnya sahabat dekatnya itu. tapi tak ada jawaban, mungkin sahabatnya sedang sibuk menyusun skripsi.Ya memang dia dan sahabatnya sebentar lagi bakalan menjadi sarjana, Cuma gadis itu telah menyelesaikan skripsinya jauh sebelum sahabatnya itu, mangkanya dia terlihat bersantai santai. Di lihat jam dinding di atas pintu kamar nya waktu masih menunjukkan pukul 11 siang, di rebahkannya tubuh yang tadi pagi di peluk oleh lelaki kesayangannya itu, di pegangnya dahi yg tadi di kecup oleh lelaki itu. Sungguh Kenyamanan relung hati yang di dapatkannya sekarang. Tak terasa mata Nisa itu mulai mengatup, dan kini mata tersebut tertutup sempurna. Gadis itupun terlelap dalam tidurnya.

Drrttt.. Drtt… getaran handphone membangunkannya di bukanya 1 massage di inbox hp tersebut.

From : Gilang :*
Otw rumah lu nih, cptan siap* see you black roses

Itulah isi pesan singkat dari Gilang, lelaki yang akan bern=janji mengajaknya jalan sore ini. Segera di lihatnya jam dinding kecil itu , 4 lewat 30 menit.Tak terasa ternyata selama beberapa jam gadis itu tertidur pulas. Segera dia berlari untuk mandi dan bersiap siap. Dikenakannya mini dress yang ngembang dengan bahan sutra yang lembut, bermotif bunga mawar dengan less hitam. Di sisirnya rambut panjang yang terurai indah itu.

          Tiitt…tiit… suara klakson mobil terdengan dari luar rumah Nisa, segera dia keluar dari rumahnya. Dibukanya pintu Nissan Juke silver itu. “lo cantik banget nis, sumpah lo manis banget !” jujur lelaki itu. Nisa kini hanya tersipu malu, lagi lagi lelaki itu selalu membuatnya malu dan membuat pipinya merah merona. “ciee merah gitu tuh pipinya hehe… kita ke pantai aja yuk” nisa hanya mengangguk mengikuti ajakan lelaki di sampingnya itu,Nisa hanya tersenyum melihat lelaki di sampingnya itu ,mengenakan pakaian yang casual, kaos lengan seperempat celana jeans berwarna biru donker, dengan rambut yang agak berantakan tapi tetep aja kelihatan cool dan tetep maskulin.

          “sampee… yuk turun black roses ku” gadis itu hanya tersenyum “kenapa sih kamu seering manggil gue black roses gak capek apa ? panggil gue nisa aja kenapa” papar gadis itu, sebenarnya dia tidak keberatan di sebut seperti itu, Cuma agak aneh saja di dengarnya , mungkin belum terbiasa. Lelaki itu hanya tersenyum, di genggamnya tangan gadis itu di tuntunnya gadis yang berdiri di sampingnya. Tiba di pantai lelaki itu berhenti di bibir pantai “kamu tunggu sini bentar yah” lelaki itu ngacir ntah kemana . gadis itu hanya bingung dan geleng melihat tingkah lelaki tadi. Jrengg….. alunan music gitar mengiringi suasana pantai , gadis itu cengo melihat lelaki yg bersamanya tadi datang membawa gitar dan memainkan gitar dengan merdunya “Lagu ini ku persembah kan untuk gadis yang manis berambut panjang dan bermata indah yang berdiri di sana”

"The Way You Look At Me"

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

If I could freeze a moment to my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stands still
'Cause, baby, this is just the way
I always wanna feel

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

The way you look at me

Jreng…. Sorakan dan tepuk tangan pun riuh mengiringi suasana pantai ketika lagu tersebut selesai di nyanyikan , Gilang kini mendekati gadis yang berdiri di sana . ingin rasanya air mata menetes karena terharu melihat sikap lelaki itu, rasanya sungguh tak sanggup jika dia harus kehilangan lelaki itu, “I Love you Nisa, will you waiting for me” buliran air mata kini tak sanggup di bendung lagi, nisa tak sanggup untuk kehilangan lelaki itu. hanya anggukan yang bisa di perlihatkannya “Jangan nangis sayang, aku takkan pergi selamanya” *cuppp* kecupan kedua mendarat di dahi gadis yang sedari tadi menangis itu. di hapusnya air mata gadis itu dengan kedua ibu jarinya . lelaki itupun menarik tangan gadis itu dan mengajaknya pulang karena sudah malam, angin di pantai pun lumayan dingin, Gilang tak mau melihat gadis yang disayanginya sakit. Di bawanya gadis itu kedalam Nissan juke silvernya, di pacunya kendaraan tersebut. Gadis yg sedari tadi di sampingnya kini hanya terdiam “ya tuhan, aku harap kau pertemukan aku kembali denganny” batin gadis itu. sampai di rumah gadis itu melambaikan tangannya kearah mobil yang mengantarkannya. Nisa berjalan gontai ke dalam rumahnya , sampai di kamar di hempaskannya tubuh yang lemah yang tak mampu di topangnya lagi, hatinya seakan ciut, karena harus kehilangan orang yang di sayangnya beberapa waktu, bahkan mungkin beberapa tahun.

          “Aku tak sanggup tuhan, sungguh sulit cobaan yang kau berikan , tolong berikan aku kekuatan lagi, aku harap ini bukan yang terakhir untuk bersamanya” gadis itu pun memejamkan matanya. Bahkan tak terasa ia pun tertidur dengan lelapnya karena capek sedari tadi mengeluarkan airmata.




“Black Roses episode 6”
-Haruskah Karena TAKDIR ???-

“ngapain Lo kesini ! Muak gue liat muka lo mending lo cabut sekarang ! harus berapa kali gue bilang ? jangan pernah temuin gue lagi !” Bentak gadis itu “tapi Nis, masa lo gak mau maafin gue sih , apa karena cowok yang tadi sama lo ?” Tanya pria itu dengan selidik “BUKAN URUSAN LO !” yah kini Nisa capek ngeladenin pria yang sedari tadi menunggu kedatangan gadis ini di depan teras rumahnya. Karena capek nisa pun segera masuk dan meninggalkan pria yang berdiri di dekatnya tadi. “Nisa ! nis gue belum selesai ngomong, lo perlu tau penjelasan gue !” teriak lelaki itu , tetapi sama sekali tak di gubrisnya. Gadis itu tetap masuk ke dalam rumahnya dan mengunci rapat rapat pria di depan rumahnya. Kini pupus sudah harapan pria itu, sudah tak ada lagi pintu untuk masuk ke dalam ruang hati gadis tersebut.

            “ya tuhan ? apa yang kau renacanakan sekarang ? sudah cukup lelaki itu datang untuk menyakitiku, dan sekarang kau datangkan lagi sosok lelaki yang membuat ku nyaman di relung hati ini. Tapi kenapa setelah aku sedikit lagi merasakan ke indahan, kau datangkan lagi lelaki brengsek itu ! sudah cukup pahit yang aku rasakan” yah kini hati Nisa tak karuan setelah mendapati dan bertemu lelaki yang sangat di bencinya seumur hidup ! sungguh ROBI merupakan cinta pertama gadis itu, tapi sayang cinta pertama nya kandas sekandas kandasnya, dia menyesal telah mengenal Robi, dari kakaknya. “Ya Tuhan bukan ini yang ku mau, tolong aku untuk menguatkan diri ini mengahadapi cobaanmu” pinta gadis itu dengan lirih.

            Di bukanya pintu balkon di depan kamarnya. Duduk lah gadis itu di kursi santai dengan piyama tidur bermotif bunga, di ambilnya setangkai mawar hitam yang hampir layu dalam vas kaca itu. “Gilang ? kau mungkin sosok yang diberikan tuhan untuk menghapus dukaku, entah mengapa aku merasa yakin , sekarang aku merasakan hal yang ganjil di lubuk hati ini, aku merasakan ada seseorang yang akan membuka pintu hati ini , ku harap kau yang memegang kunci pintu itu !” ternyata Nisa mulai peka akan perasaannya. Bagaimana dengan angga ? Di letakkan kembali setangkai mawar hitam itu. di ambilnya earphone yang sedari tadi telah di siapkannya. Di putarkannya lagu untuk menemaninya di malam ini

“Salam Rindu”

Saat bulan purnama bersinar
Terangi malamku teringat padamu
Dan kukirimkan salam tentang rasa rinduku
Bersama angin malam, kusetia menunggu
Mimpikan .. mimpikan aku, oh sayangku
Peluk erat hati ini dan jagalah selalu
Dan kan kudendangkan lagu ini untukmu
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayang

Ingatlah saat kita bersama
Kau pegang tanganku, kutatap matamu
Semua terasa indah tak seorangpun mengganggu
Bersedih dan tertawa, kita tetap bersatu
Bintang benderang secerah hatiku
Yang selalu terbayang kekasihku sayang
Di setiap mimpimu ku kan selalu berdendang
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayang

Reff :

Kuatkanlah dinding hati
Janji kita tak akan pernah terbagi
Biar malam terus berganti
Yakinlah kau tetap bungaku
Genggam erat hatiku ini
Kan kuciptakan damai untukmu
Biar bulan terus berlalu
Yakinlah kau tetap bungaku
Yakinlah kau tetap milikku
Yakinlah kau tetap bungaku
Sayangku ...

Sungguh kini gadis itu merindukan sosok lelaki yang berada di dalam benaknya itu.

POV Gilang

“ hai black roses, lo lagi apa ya sekarang ? perasaan baru aja gue ketemu lo, tapi kok gue kangen yah liat mata lo, senyum lo. Muka lo itu ngangenin banget” gumam Gilang. Ya Gilang ternyata memang jatuh ke dalam hati gadis manis itu. “apa ini tandanya gue suka sama lo ? apa ini tandanya gue sayang sama lo ?”

POV NISA

“Bulan Bintang ? kau adalah saksi bisu ku, jika ini memang karena takdir ku harap ini berakhir indah”
Tiba tiba… hasyiiim… “darah ?” di lapya darah yang mengucur keluar dari hidung gadis itu. mungkin karena hawa dinginnya malam pikirnya. Kreek.. pintu kamar itu pun terbuka, dan gadis itu bergegas masuk ke dalamnya. Di rebahkannya badan itu, serta di tariknya selimut untuk membalut tubuh idealnya. Sebelum tidur dia berdoa “semoga besok tetap menjadi hari yang terbaik untuk ku, nice dream , nice dream Gilang” bisik gadis itu. di tutupnya kedua bola mata yang indah itu.

Pov Gilang

“selamat tidur black roses, semoga besok kita bertemu lagi. Nice dream for you”

*Mimpi indah*


"Black Roses episode 5"
- Bukan Boneka, Yang Bisa di Buang dan di Ambil Kembali-

            Drrttt…drrttt..suara getaran handphone yang ada di saku tas nya. Bergegas dia membuka retsluting tas yang di gendong nya tadi. 1 massage yang bertulis di layar hp tersebut. Segera di bukanya , dan penasaran siapa yang mengirim pesan ter sebut.

From : +629980xxxxx
Hai Black Roses ?

            Begitulah isi pesan singkat itu, gadis itupun mengernyitkan dahi. Black roses ? siapa pengirim ini, di putarnya memory yg akan di ingatnya. “Gilang ?!!?!” teriak si gadis yang membuat sahabat nya yg sedang menyetir terkejut. “apaan nis ? teriak teriak gitu budek nih kuping gue ! kenapa sih?” gerutu sahabatnya itu, kini kembali Nisa yang Cengo, mendapat kiriman pesan tersebut. Sungguh nggak pernah dia kepikiran buat dapet sms dari lelaki itu, lelaki yang ada di pikirannya sejak tadi dn sebelumnya. “ini Din Gilang ! yg tadi gue bilang itu. masa dia sms gue ! gue gak pernah ngasi tau no. gue ke dia. Lagi pula dia orang asing di hidup gue, tapi kok ini…” belum sempat nisa, gadis manis itu melanjutkan kata katanya, Dinda kini tertawa dan menganggap aneh tingkah sahabatnya itu. “Hahaha… Yaelah lu nis gak usah panik gitu kali, ya bagus dong dia sms lo. Lagian lo suka kan dia sms lo, gak usah muna’ deh lo” skakmat ! perkataan sahabatnya kini membuat dirinya bungkam, tak ada 1 patah katapun yang keluar dari mulut gadis manis itu. kini pipinya memerah hanya senyuman malu malu kucing yan dapat diresponnya.

            [19.00] Malam ini tak seperti biasanya, bulan kini bersinar lebih terang dari malam sebelumnya, di hiasi taburan bintang berkelip kelip melingkarinya. “Tuhan, apa yang kau rencanakan saat ini ? untuk apa lagi kau datangkan lelaki itu, saat ini aku merasakan kenyamanan untuk mendekatinya, jika takdir untuk mempertemukannku, tolong lah pertemukan kami kembali.” Inilah isi hati gadis itu, sedari tadi dia menatap bintang dan bulan, seketika saat itu pula sosok lelaki itu berada di setiap bayangannya. Ingin sekali dia membalas pesan singkat itu, tapi sayang dia canggung dan merasa takut, untuk membalasnya. Tiba tiba.. Drrtttdrttt… Hp Nisa pun berbunyi, lagi lagi 1 massage di inboxnya dari Gilang

From : Gilang
Hai, black roses, kok lo gak bales sms gw sih, miss gw sm lo nih wehehe… bsk mw gx temenin gw lunch di kafe deket senanyan. Hrs mw pokoknya ! gw jmpt drmh lo bsok set.12

“apa ! dia kangen gue ? kenapa ??? gue belum siap ketemu sama dia lagi !” batin sang gadis , dalam relung hatinya, sang gadis merasakan hal yang sama. Dia ingin skali bertemu lelaki itu, tapi… dia belum siap , belum cukup nyali yang di kumpulkannya. Seperti biasa gadis itu tak membalas pesan itu, dan kembali menatap bulan serta bintang yang bertaburan di balkon kamarnya. Dan kini ia merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya, setelah itu di putuskannya untuk masuk kedalam kamarnya dan bergegas untuk tidur. “Mimpi indah

SKIPP>>>>

            Pukul 11 siang, gadis itu sedang bingung, karena lelaki yang ingin menemuinnya sebentar lagi bakalan datang menjemputnya. Tiap kali dia mondar mandir di taman belakang rumahnya layaknya strikaan. “aduh, gue harus gimana yah gak mungkin kan gue nolak. Kasian udah dating masa gue usir” ocehan sang gadis yang hatinya sedang tak karuan itu. 15 menit sudah dia di taman belakang rumahnya tiba tiba… drtt..drttt

Ku tak mengerti cinta
indahnya hanya di awal kurasa..
Mengapa kau benar..
Dan aku selalu salah..

Yah, itulah nada dering telpon gadis itu, segera dia mengangkatnya. “halo” salam pembuka gadis tersebut. “halo juga , hai black roses, 15 menit lagi gue otw rumah lu ya” tuut..tutt,,tuut.. belum sempat gadis itu berbicara dan menjawab, telpon sudaah di putus kan. “15 menit lagi ??? aahh… “ itulah teriakan gadis itu. di bongkarnya lemari pakaian kini dia bingung ingin memakai baju apa. Akhirnya setelah lama milih di putuskannya untuk memakai baju yang casual. Jeans hitam dengan kaos biru dan di lapisi rompi hitam. Rambut yang terurai menambah ke elokan wajah sang gadis itu.

            Ting..Tong.. kreeekk pintu pun terbuka “maaf mas, mas ini mencari siapa yah ?” Tanya bibi yng membukakan pintu tadi “saya Gilang. mau cari Nisa, tadi udah janjian kok” ucap lelaki itu dengan suara serak serak basah. Pergilah bibi tadi memanggil Nisa gadis yang telah bersiap siap untuk pergi bersama lelaki itu “non, mas Gilang nya udah nunggu di depan” ucap bibi. “iya bi”.

            “you’re so cute black roses” kata itu membuat pipi gadis tersebut memerah. “lets go” lelaki itu menarik tangan sang gadis dan di bawanya untuk menuju Nissan juke silver yang bertengger di depan rumah gadis tersebut. Di bukanya pintu untuk sang gadis “for you” ucap lelaki itu “thanks Gilang”.

            Mobil pun melaju dengan pesatnya di jalanan ibu kota , kini detak jantung Nisa gadis manis itu berpacu sangat cepat layaknya kuda lari. “GILANG !!!! LO BISA PELAN PELAN GAK SIH NANTI GUE MATI JANTUNGAN GIMANA ?” teriak gadis itu yang ketakutan di dalam mobil “yaelah santai aja kali gue gak budek kok, gak bakalan mati kok lo” tiba tiba ciiitttt… “sampe yaudah yuk turun” dengan nada santai lelaki itu berbicara pada gadis yang sedari tadi ketakutan akan kecepatan mobil yang bawanya “kampret ! lo gil ! dasar GILA lo ! kalau gau mampus gimana ! gue takut gilang ! DASAR GILA !!!” Nisa pun ngedumel tak karu karuan di dalam mobil, dan itu membuat gilang tertawa akan tingkahnya. “haha… nama gue GILANG bukan GILA ! yaudah yuk turun”

            Mereka berdua pun mencari tempat yang akan di tempatinya, Nisa pun melirik ke meja no. 44 yang berada di sudut ruangan itu. “gil, di sana aja yuk” mereka pun segera menuju ke tempat tersebut. Saat akan duduk tiba tiba saja ada seorang pria memegang lengan si gadis itu, tapi Gilang yang memegang tangan gadis itu melainkan ROBI , mantan pacarnya. “Nisa kita harus bicara” ucap pria itu, sambil menarik lengan gadis yg di genggamnya. “lepasin gue ! gue gak mau ketemu lo lagi brengsek !” Nisa pun menepis tangan pria itu. “eh lo jangan kasar dong jadi cowok” kini Angga bertindak, ya angga sedikit tak enak untuk melihat pemandangan tadi mungkin lebih tepatnya jelous. “Lo masih sayang kan Nis sama gue ? gue tau nis , gue memang salah, gue khilaf atas perlakuan gue sama lu. Gue sadar nis gue sebenarnya juga sayang sama lo, gue janji gak bakal nyakitin lo lagi, lo maukan terima gue lagi” Angga cengo mendengarnya, tapi tidak dengan Nisa gadis satu ini kini tlah terbawa emosi masa lalunya “BULLSHIT !!!! skali BUAYA tetep aja BUAYA ! lo tau gak perasaan gue ke lo dulu sakit yo ! bukan boneka yang bisa lo ambil trus lo buang lagi !” ucap Nisa dengan penuh emosi , angga hany mengusap ngusap punggung gadis itu yang mungkin bisa menenangkannya. “gue tau nis gue minta maaf gue janji….” PLAAAK ! sebuah tamparan hebat kini lebih keras dari sebelumnya telah mendarat di pipi pria berkulit cream agak kecoklatan itu. “MAAF ???? semudah itu lo minta maaf ! gak bakalan gue maafin lo seumur hidu gue , denger yah ! gue emang SAYANG sama lo tapi inget itu DULU , hanya MASA LALU ! dan ingat tak kan PANTAS untuk Di KENANG ! kini ucapan gadis itu membuat pria yang berdiri di depannya diam tak berkutik mulutnya bungkam sebungkam bungkamnya . “sudah lah Nis kita cari café lain aja yuk” Angga kini membuka mulut karena sedari tadi dia hanya terdiam, dia tau apa yang di rasakan gadis ini. Di hantarkan nya gadis ini kedalam Nisan Juke silvernya. Sambil berjalan di dekap nya tubuh gadis itu. sungguh itu merupakan dekapan ternyaman yang di rasakan Nisa, aroma escada moon sparkle yang menusuk hidungnya semakin menambah kenyamanan saat di dekapan lelaki itu. “silahkan masuk black roses, don’t sad again okey” lelaki itu sambil tersenyum ke arahnya , sunggu indah senyuman lelaki itu.
            “angga maaf ya gara gara gue lunch lo batal” sesal gadis itu. “sudahlah gapapa kita makan bakso aja yuk mau gak ?” Sungguh indah senyuman lelaki itu, dengan kemeja putih panjang bermargin biru tua dan lengan baju yang lipat , semakin menambah ke maskulinan nya. “ya udah deh yuk” 25 menit pun mereka sampai di tempat yg mereka tuju, merekan pun makan di situ, anehnya suasana antara mereka seperti jalinan sepasang kekasih, sungguh romantic. Dan kejadian di café tadi seakan akan tak pernah terjadi. Sesudah mereka makan mereka pun pulang , tapi kali ini angga tidak memacu kecepatan mobilnya seperti awal tadi. Kini Nisa itu terlihat tenang duduk manis sambil mendengarkan lagu yang di putar dalam mobil itu

“Just The Way You’re”

Her eyes her eyes

make the stars look like they're not shining

Her hair, her hairfalls perfectly without her trying

She's so beautiful
And I tell her everyday (yeahh)

I know, I know When I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so Sad to think that she don't see what I see
But everytime she asks me "Do I look okay?" I say

When I see your face
There's not a thing that I would change'
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing Just the way you are

[Verse 2]Her lips, her lips could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfects what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
'Cause you know I'll say
[Chorus]When I see your face
There's not a thing that I would change'
Cause you're amazing Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing Just the way you are

            Tanpa sadar gadis itu sedari tadi di lirik oleh lelaki yang memabawanya, lelaki itu tersenyum melihat gadis itu, mungkinkah gadis itu peka terhadap perasaannya dan perasaan lelaki di sampingnya itu ? beberapa menit berlalu, sampai lah mereka di rumah Nisa gadis manis yang sedari tadi menikmati perjalanan tadi. “mau masuk dulu lang ?” Tanya gadis itu sambil tersenyum, sungguh membuat lelaki itu terpesona “enggak deh gue pulang dulu yah, kapan kapan gue jemput lagi da..” wuuussshhh mobil itu pun tancap gas meninggalkan gadis itu, tetapi gadis itu tetap saja tersenyum. Gadis itu pun membuka pagar di rumahnya , tetapi betapa terkejutnya gadis itu melihat siapa yang duduk di teras depan rumahnya “ELOOO !!!!....”