Friday, 10 May 2013


“Black Roses episode 7”
-Kenapa Harus Berlalu-

Tok… tokk.. tok.. "Non tolong buka pintunya non, ada yang nyari nih. Non.." kreek.. ternyata pintu tak di kunci, masuklah bibi ke kmar gadis itu, gadis itu masih tetap terjaga dari tidurnya, mungkin bisa jadi mimpinya. “no, bangun non” guncangan bibi ke arah badan gadis itu “apaan sih bi masih awal juga” jawab gadis itu dengan malas. “itu ada cowok di depan katanya nungguin non, siapa tuh namananya si ANGGA,ELANG, eeh iya GILANG ! nah tuh non, dia datang tuh udah nungguin dari jam 5 subuh” gadis yang tadinya malas untuk bangun kini langsung duduk di tempat tidurnya dan berteriak, “HAAA GILANG !!!???” segera dia turun dari kamarnya dan pertama dia ke kamar mandi dulu untuk membasuh muka baru menemui lelaki itu. sesampainya di teras lelaki itu langsung menarik tangan gadis yang baru di temuinnya. “Gilang lo apa apaan sih ! narik narik tangan gue , gue belum mandi tau !!” lelaki itu tak perduli dengan ocehan gadis itu, tetap di tariknya tangan gadis itu masuk ke Nissan Juke yg di bawanya.

“Gilang ! lo mau bawa gue kemana sih , Lo tau gak gue ini masi pake piyama tau , mandi juga belom” gerutu gadis itu , karena kesal dengan lelaki yang membawanya kabur tanpa pemberitahuan ke dia terlebih dahulu. “Nanti lo juga bakal tau sendiri black roses, ni buat loh” lelaki itu memberikan 4 tangkai mawar hitam ke pada gadis itu, Nisa hanya cengo menerimanya. “ehh iya makasih” selama perjalanan mereka hanya diam, suasana tiba tiba dingin sedingin es . mungkin juga karena factor suasana pagi, ya Gilang menjemput gadis itu sekitar jam 5 subuh dan sekarang baru jam 5.20 menit. Gadis itu mengosok gosokkan tangan ke bahu hingga lengannya “lo kedinginan , nih pake jaket gue” lelaki itu pun melepaskan jaket yang di pakainya , jaket kulit hitam yang mungkin favorite nya. Di balutnya jaket kulit itu melingkari tubuh gadis itu aroma escada moon sparkle semakin melekat di hidung serta tubuh sang gadis itu, kini membuatnya nyaman dan tanpa di sadari dia tertidur di jok mobil yng empuk itu.

          “haaa Gilang mana ? kok gue di tinggalin sendirian di mobil, di hutan lagi huaaa mama !!!” teriak gadis itu setelah terbangun dari tidur nya, “eh apa’an nyante aja kali, lo lagi di puncak. Ni tempat favorite gue waktu kecil, hanya loe, gue dan kakak gue yang tau tempat  ini” jelas Gilang yang sedari tadi di luar mobil menikmati indahnya sunrise di atas puncak. “eh cepetan udah mau habis tuh sunrise nya” lelaki itu menarik tangan gadis itu untuk keluar dari mobil “waaah Bagus bangeeet !!! sayang deh gue gak bawa kamera” sungut gadis itu tapi sebenarnya hatinya kini senang luar biasa karena merasakan suasana yang cukup romantic bersama lelaki yang di mimpikannya semalam. “Nis duduk dulu gih, gue telpon makanan dulu yah, di deket sini ada villa punya bokap gue” bergegas lelaki itu pergi menelpon untuk memesan sarapan mereka pagi ini.

“Nih makan dulu gih” di berikannya nasi goreng sepical untuk gadis itu. “makasih, eh iya kok gue gak pernah liat kakak lo sih” Tanya gadis itu. “lagi makan gak boleh ngomong” gadis itu hanya terdiam mendengar ucapan lelaki itu, kini dia makan sambil menikmati panorama danau yang indah di depan matanya.

“Nis gue mau ngomong sama lo” ucap gilang yang sedari tadi duduk di samping gadis yg masih berpakaian piyama itu. “ya ngomong aja kali lang, tapi emang mau ngomong apaan sih serius amat kayaknya” kini gilang menatap gadis itu , dan tangan gilang kini memegang kedua tangan gadis di depan matanya. “Nisa sejak pertama gue ngeliat lo , gue udah agak aneh ngerasaain ini , setelah lama kita bersama sama, gue semakin deket sama lo. Gue tau gue orang baru di kehidupan lo, tapi gue gak bisa mendem lama lama perasaan ini. Gue Sayang sama lo nis ! gue cinta sama lo. Tapi maafin gue, mungkin ini hari terakhir kita bersama, besok gue harus berangkat ke aussie buat ngelanjutin kuliah gue. Gue Cuma mau lo tau , kalau selama ini , inilah perasaan gue ke lo” tak terasa kini buliran bening mengalir di pipi Nisa gadis manis itu, “Ya tuhan ! apa lagi ini !” batin gadis itu. “Gue juga sayang sama lo lang ! gue juga ngerasain hal yang sama kayak lo ! tapi kenapa harus secepat ini lo pergi ninggalin gue “ jelas Nisa dengan tersedu sedu, sungguh sulit menerima kenyataan yang di alami gadis itu, dia harus kehilangan 2x orang yang di sayanginya. “Lo gak boleh nangis nis, gue pasti bakal balik lagi kesini buat nemuin lo !” lelaki itupun memeluk gadis itu. gadis itu kini menangis sejadi jadinya “tatap mata gue nis , gue bakalan selalu ada di hati lo walaupun gue jauh di sana , gue janji gue bakalan balik buat lo !” kata lelaki itu dengan mantap *cuupp* kecupan hangan mendarat di dahi gadis itu, sungguh kehangatan yang di dapat. Kembali lelaki itu memeluk sang gadis. “Nis udah siang nih lo kan belum mandi, gimana kita pulang trus lo mandi baru kita jalan lagi” ajak lelaki itu, “yaudah deh yuk” gadis itupun menghapus air matanya , dia harus bisa kuat,dia tau lelaki itu lelaki baik bukan bajingan seperti mantannya.

           Sesampai di rumah “gue mandi dulu ya lang” pamit gadis itu, “okke sip, ntar sore gue jemput lo lagi yah”. Lambaian tangan mengiringi kepergian mobil itu, kini segera dia berlari kecil masuk ke rumahnya , di ambilnya handuk yang dari tadi terjemur di dalam kamar mandinya. Segera dia basuh tubuhnya. Setelah mandi, dia pun mengambil Hp nya, dia teringat sosok sahabtnya. Di telponnya sahabat dekatnya itu. tapi tak ada jawaban, mungkin sahabatnya sedang sibuk menyusun skripsi.Ya memang dia dan sahabatnya sebentar lagi bakalan menjadi sarjana, Cuma gadis itu telah menyelesaikan skripsinya jauh sebelum sahabatnya itu, mangkanya dia terlihat bersantai santai. Di lihat jam dinding di atas pintu kamar nya waktu masih menunjukkan pukul 11 siang, di rebahkannya tubuh yang tadi pagi di peluk oleh lelaki kesayangannya itu, di pegangnya dahi yg tadi di kecup oleh lelaki itu. Sungguh Kenyamanan relung hati yang di dapatkannya sekarang. Tak terasa mata Nisa itu mulai mengatup, dan kini mata tersebut tertutup sempurna. Gadis itupun terlelap dalam tidurnya.

Drrttt.. Drtt… getaran handphone membangunkannya di bukanya 1 massage di inbox hp tersebut.

From : Gilang :*
Otw rumah lu nih, cptan siap* see you black roses

Itulah isi pesan singkat dari Gilang, lelaki yang akan bern=janji mengajaknya jalan sore ini. Segera di lihatnya jam dinding kecil itu , 4 lewat 30 menit.Tak terasa ternyata selama beberapa jam gadis itu tertidur pulas. Segera dia berlari untuk mandi dan bersiap siap. Dikenakannya mini dress yang ngembang dengan bahan sutra yang lembut, bermotif bunga mawar dengan less hitam. Di sisirnya rambut panjang yang terurai indah itu.

          Tiitt…tiit… suara klakson mobil terdengan dari luar rumah Nisa, segera dia keluar dari rumahnya. Dibukanya pintu Nissan Juke silver itu. “lo cantik banget nis, sumpah lo manis banget !” jujur lelaki itu. Nisa kini hanya tersipu malu, lagi lagi lelaki itu selalu membuatnya malu dan membuat pipinya merah merona. “ciee merah gitu tuh pipinya hehe… kita ke pantai aja yuk” nisa hanya mengangguk mengikuti ajakan lelaki di sampingnya itu,Nisa hanya tersenyum melihat lelaki di sampingnya itu ,mengenakan pakaian yang casual, kaos lengan seperempat celana jeans berwarna biru donker, dengan rambut yang agak berantakan tapi tetep aja kelihatan cool dan tetep maskulin.

          “sampee… yuk turun black roses ku” gadis itu hanya tersenyum “kenapa sih kamu seering manggil gue black roses gak capek apa ? panggil gue nisa aja kenapa” papar gadis itu, sebenarnya dia tidak keberatan di sebut seperti itu, Cuma agak aneh saja di dengarnya , mungkin belum terbiasa. Lelaki itu hanya tersenyum, di genggamnya tangan gadis itu di tuntunnya gadis yang berdiri di sampingnya. Tiba di pantai lelaki itu berhenti di bibir pantai “kamu tunggu sini bentar yah” lelaki itu ngacir ntah kemana . gadis itu hanya bingung dan geleng melihat tingkah lelaki tadi. Jrengg….. alunan music gitar mengiringi suasana pantai , gadis itu cengo melihat lelaki yg bersamanya tadi datang membawa gitar dan memainkan gitar dengan merdunya “Lagu ini ku persembah kan untuk gadis yang manis berambut panjang dan bermata indah yang berdiri di sana”

"The Way You Look At Me"

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

If I could freeze a moment to my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stands still
'Cause, baby, this is just the way
I always wanna feel

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time

'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

The way you look at me

Jreng…. Sorakan dan tepuk tangan pun riuh mengiringi suasana pantai ketika lagu tersebut selesai di nyanyikan , Gilang kini mendekati gadis yang berdiri di sana . ingin rasanya air mata menetes karena terharu melihat sikap lelaki itu, rasanya sungguh tak sanggup jika dia harus kehilangan lelaki itu, “I Love you Nisa, will you waiting for me” buliran air mata kini tak sanggup di bendung lagi, nisa tak sanggup untuk kehilangan lelaki itu. hanya anggukan yang bisa di perlihatkannya “Jangan nangis sayang, aku takkan pergi selamanya” *cuppp* kecupan kedua mendarat di dahi gadis yang sedari tadi menangis itu. di hapusnya air mata gadis itu dengan kedua ibu jarinya . lelaki itupun menarik tangan gadis itu dan mengajaknya pulang karena sudah malam, angin di pantai pun lumayan dingin, Gilang tak mau melihat gadis yang disayanginya sakit. Di bawanya gadis itu kedalam Nissan juke silvernya, di pacunya kendaraan tersebut. Gadis yg sedari tadi di sampingnya kini hanya terdiam “ya tuhan, aku harap kau pertemukan aku kembali denganny” batin gadis itu. sampai di rumah gadis itu melambaikan tangannya kearah mobil yang mengantarkannya. Nisa berjalan gontai ke dalam rumahnya , sampai di kamar di hempaskannya tubuh yang lemah yang tak mampu di topangnya lagi, hatinya seakan ciut, karena harus kehilangan orang yang di sayangnya beberapa waktu, bahkan mungkin beberapa tahun.

          “Aku tak sanggup tuhan, sungguh sulit cobaan yang kau berikan , tolong berikan aku kekuatan lagi, aku harap ini bukan yang terakhir untuk bersamanya” gadis itu pun memejamkan matanya. Bahkan tak terasa ia pun tertidur dengan lelapnya karena capek sedari tadi mengeluarkan airmata.



No comments:

Post a Comment