“Black Roses
episode 7”
-Kenapa
Harus Berlalu-
Tok… tokk.. tok.. "Non tolong
buka pintunya non, ada yang nyari nih. Non.." kreek.. ternyata pintu tak di
kunci, masuklah bibi ke kmar gadis itu, gadis itu masih tetap terjaga dari
tidurnya, mungkin bisa jadi mimpinya. “no, bangun non” guncangan bibi ke arah badan
gadis itu “apaan sih bi masih awal juga” jawab gadis itu dengan malas. “itu ada
cowok di depan katanya nungguin non, siapa tuh namananya si ANGGA,ELANG, eeh
iya GILANG ! nah tuh non, dia datang tuh udah nungguin dari jam 5 subuh” gadis
yang tadinya malas untuk bangun kini langsung duduk di tempat tidurnya dan
berteriak, “HAAA GILANG !!!???” segera dia turun dari kamarnya dan pertama dia
ke kamar mandi dulu untuk membasuh muka baru menemui lelaki itu. sesampainya di
teras lelaki itu langsung menarik tangan gadis yang baru di temuinnya. “Gilang
lo apa apaan sih ! narik narik tangan gue , gue belum mandi tau !!” lelaki itu
tak perduli dengan ocehan gadis itu, tetap di tariknya tangan gadis itu masuk
ke Nissan Juke yg di bawanya.
“Gilang ! lo mau bawa gue
kemana sih , Lo tau gak gue ini masi pake piyama tau , mandi juga belom” gerutu
gadis itu , karena kesal dengan lelaki yang membawanya kabur tanpa
pemberitahuan ke dia terlebih dahulu. “Nanti lo juga bakal tau sendiri black
roses, ni buat loh” lelaki itu memberikan 4 tangkai mawar hitam ke pada gadis
itu, Nisa hanya cengo menerimanya. “ehh iya makasih” selama perjalanan mereka
hanya diam, suasana tiba tiba dingin sedingin es . mungkin juga karena factor suasana
pagi, ya Gilang menjemput gadis itu sekitar jam 5 subuh dan sekarang baru jam
5.20 menit. Gadis itu mengosok gosokkan tangan ke bahu hingga lengannya “lo
kedinginan , nih pake jaket gue” lelaki itu pun melepaskan jaket yang di
pakainya , jaket kulit hitam yang mungkin favorite nya. Di balutnya jaket kulit
itu melingkari tubuh gadis itu aroma escada moon sparkle semakin melekat di
hidung serta tubuh sang gadis itu, kini membuatnya nyaman dan tanpa di sadari
dia tertidur di jok mobil yng empuk itu.
“haaa Gilang mana ? kok gue di tinggalin sendirian di
mobil, di hutan lagi huaaa mama !!!” teriak gadis itu setelah terbangun dari
tidur nya, “eh apa’an nyante aja kali, lo lagi di puncak. Ni tempat favorite
gue waktu kecil, hanya loe, gue dan kakak gue yang tau tempat ini” jelas Gilang yang sedari tadi di luar
mobil menikmati indahnya sunrise di atas puncak. “eh cepetan udah mau habis tuh
sunrise nya” lelaki itu menarik tangan gadis itu untuk keluar dari mobil “waaah
Bagus bangeeet !!! sayang deh gue gak bawa kamera” sungut gadis itu tapi
sebenarnya hatinya kini senang luar biasa karena merasakan suasana yang cukup romantic
bersama lelaki yang di mimpikannya semalam. “Nis duduk dulu gih, gue telpon
makanan dulu yah, di deket sini ada villa punya bokap gue” bergegas lelaki itu
pergi menelpon untuk memesan sarapan mereka pagi ini.
“Nih makan dulu gih” di
berikannya nasi goreng sepical untuk gadis itu. “makasih, eh iya kok gue gak
pernah liat kakak lo sih” Tanya gadis itu. “lagi makan gak boleh ngomong” gadis
itu hanya terdiam mendengar ucapan lelaki itu, kini dia makan sambil menikmati
panorama danau yang indah di depan matanya.
“Nis gue mau ngomong sama lo”
ucap gilang yang sedari tadi duduk di samping gadis yg masih berpakaian piyama
itu. “ya ngomong aja kali lang, tapi emang mau ngomong apaan sih serius amat
kayaknya” kini gilang menatap gadis itu , dan tangan gilang kini memegang kedua
tangan gadis di depan matanya. “Nisa sejak pertama gue ngeliat lo , gue udah
agak aneh ngerasaain ini , setelah lama kita bersama sama, gue semakin deket
sama lo. Gue tau gue orang baru di kehidupan lo, tapi gue gak bisa mendem lama
lama perasaan ini. Gue Sayang sama lo nis ! gue cinta sama lo. Tapi maafin gue,
mungkin ini hari terakhir kita bersama, besok gue harus berangkat ke aussie
buat ngelanjutin kuliah gue. Gue Cuma mau lo tau , kalau selama ini , inilah
perasaan gue ke lo” tak terasa kini buliran bening mengalir di pipi Nisa gadis
manis itu, “Ya tuhan ! apa lagi ini !” batin gadis itu. “Gue juga sayang sama
lo lang ! gue juga ngerasain hal yang sama kayak lo ! tapi kenapa harus secepat
ini lo pergi ninggalin gue “ jelas Nisa dengan tersedu sedu, sungguh sulit
menerima kenyataan yang di alami gadis itu, dia harus kehilangan 2x orang yang
di sayanginya. “Lo gak boleh nangis nis, gue pasti bakal balik lagi kesini buat
nemuin lo !” lelaki itupun memeluk gadis itu. gadis itu kini menangis sejadi
jadinya “tatap mata gue nis , gue bakalan selalu ada di hati lo walaupun gue
jauh di sana , gue janji gue bakalan balik buat lo !” kata lelaki itu dengan
mantap *cuupp* kecupan hangan mendarat di dahi gadis itu, sungguh kehangatan
yang di dapat. Kembali lelaki itu memeluk sang gadis. “Nis udah siang nih lo
kan belum mandi, gimana kita pulang trus lo mandi baru kita jalan lagi” ajak
lelaki itu, “yaudah deh yuk” gadis itupun menghapus air matanya , dia harus
bisa kuat,dia tau lelaki itu lelaki baik bukan bajingan seperti mantannya.
Sesampai di rumah “gue mandi
dulu ya lang” pamit gadis itu, “okke sip, ntar sore gue jemput lo lagi yah”. Lambaian
tangan mengiringi kepergian mobil itu, kini segera dia berlari kecil masuk ke
rumahnya , di ambilnya handuk yang dari tadi terjemur di dalam kamar mandinya. Segera
dia basuh tubuhnya. Setelah mandi, dia pun mengambil Hp nya, dia teringat sosok
sahabtnya. Di telponnya sahabat dekatnya itu. tapi tak ada jawaban, mungkin
sahabatnya sedang sibuk menyusun skripsi.Ya memang dia dan sahabatnya sebentar
lagi bakalan menjadi sarjana, Cuma gadis itu telah menyelesaikan skripsinya jauh
sebelum sahabatnya itu, mangkanya dia terlihat bersantai santai. Di lihat jam
dinding di atas pintu kamar nya waktu masih menunjukkan pukul 11 siang, di
rebahkannya tubuh yang tadi pagi di peluk oleh lelaki kesayangannya itu, di
pegangnya dahi yg tadi di kecup oleh lelaki itu. Sungguh Kenyamanan relung hati
yang di dapatkannya sekarang. Tak terasa mata Nisa itu mulai mengatup, dan kini
mata tersebut tertutup sempurna. Gadis itupun terlelap dalam tidurnya.
Drrttt.. Drtt… getaran
handphone membangunkannya di bukanya 1 massage di inbox hp tersebut.
From : Gilang :*
Otw rumah lu nih, cptan
siap* see you black roses
Itulah isi pesan singkat dari Gilang, lelaki yang akan
bern=janji mengajaknya jalan sore ini. Segera di lihatnya jam dinding kecil itu
, 4 lewat 30 menit.Tak terasa ternyata selama beberapa jam gadis itu tertidur pulas. Segera dia berlari untuk mandi dan bersiap siap.
Dikenakannya mini dress yang ngembang dengan bahan sutra yang lembut, bermotif
bunga mawar dengan less hitam. Di sisirnya rambut panjang yang terurai indah
itu.
Tiitt…tiit…
suara klakson mobil terdengan dari luar rumah Nisa, segera dia keluar dari
rumahnya. Dibukanya pintu Nissan Juke silver itu. “lo cantik banget nis, sumpah
lo manis banget !” jujur lelaki itu. Nisa kini hanya tersipu malu, lagi lagi
lelaki itu selalu membuatnya malu dan membuat pipinya merah merona. “ciee merah
gitu tuh pipinya hehe… kita ke pantai aja yuk” nisa hanya mengangguk mengikuti
ajakan lelaki di sampingnya itu,Nisa hanya tersenyum melihat lelaki di
sampingnya itu ,mengenakan pakaian yang casual, kaos lengan seperempat celana
jeans berwarna biru donker, dengan rambut yang agak berantakan tapi tetep aja
kelihatan cool dan tetep maskulin.
“sampee…
yuk turun black roses ku” gadis itu hanya tersenyum “kenapa sih kamu seering
manggil gue black roses gak capek apa ? panggil gue nisa aja kenapa” papar
gadis itu, sebenarnya dia tidak keberatan di sebut seperti itu, Cuma agak aneh
saja di dengarnya , mungkin belum terbiasa. Lelaki itu hanya tersenyum, di
genggamnya tangan gadis itu di tuntunnya gadis yang berdiri di sampingnya. Tiba
di pantai lelaki itu berhenti di bibir pantai “kamu tunggu sini bentar yah”
lelaki itu ngacir ntah kemana . gadis itu hanya bingung dan geleng melihat
tingkah lelaki tadi. Jrengg….. alunan music gitar mengiringi suasana pantai ,
gadis itu cengo melihat lelaki yg bersamanya tadi datang membawa gitar dan
memainkan gitar dengan merdunya “Lagu ini ku persembah kan untuk gadis yang
manis berambut panjang dan bermata indah yang berdiri di sana”
"The Way You Look At
Me"
No one ever saw me like you
do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
If I could freeze a moment to my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stands still
'Cause, baby, this is just the way
I always wanna feel
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
The way you look at me
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything
Without a single word
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
If I could freeze a moment to my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock make time stands still
'Cause, baby, this is just the way
I always wanna feel
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
I don't know how or why
I feel different in your eyes
All I know is it happens every time
'Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows
You're the missing piece
You make me believe
That there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me
The way you look at me
Jreng…. Sorakan dan tepuk
tangan pun riuh mengiringi suasana pantai ketika lagu tersebut selesai di
nyanyikan , Gilang kini mendekati gadis yang berdiri di sana . ingin rasanya
air mata menetes karena terharu melihat sikap lelaki itu, rasanya sungguh tak
sanggup jika dia harus kehilangan lelaki itu, “I Love you Nisa, will you
waiting for me” buliran air mata kini tak sanggup di bendung lagi, nisa tak
sanggup untuk kehilangan lelaki itu. hanya anggukan yang bisa di perlihatkannya
“Jangan nangis sayang, aku takkan pergi selamanya” *cuppp* kecupan kedua
mendarat di dahi gadis yang sedari tadi menangis itu. di hapusnya air mata
gadis itu dengan kedua ibu jarinya . lelaki itupun menarik tangan gadis itu dan
mengajaknya pulang karena sudah malam, angin di pantai pun lumayan dingin,
Gilang tak mau melihat gadis yang disayanginya sakit. Di bawanya gadis itu
kedalam Nissan juke silvernya, di pacunya kendaraan tersebut. Gadis yg sedari
tadi di sampingnya kini hanya terdiam “ya tuhan, aku harap kau pertemukan aku
kembali denganny” batin gadis itu. sampai di rumah gadis itu melambaikan tangannya kearah mobil yang mengantarkannya. Nisa berjalan gontai ke dalam rumahnya ,
sampai di kamar di hempaskannya tubuh yang lemah yang tak mampu di topangnya
lagi, hatinya seakan ciut, karena harus kehilangan orang yang di sayangnya
beberapa waktu, bahkan mungkin beberapa tahun.
“Aku tak sanggup tuhan,
sungguh sulit cobaan yang kau berikan , tolong berikan aku kekuatan lagi, aku
harap ini bukan yang terakhir untuk bersamanya” gadis itu pun memejamkan
matanya. Bahkan tak terasa ia pun tertidur dengan lelapnya karena capek sedari tadi mengeluarkan airmata.
No comments:
Post a Comment