Friday, 10 May 2013


“Black Roses episode 6”
-Haruskah Karena TAKDIR ???-

“ngapain Lo kesini ! Muak gue liat muka lo mending lo cabut sekarang ! harus berapa kali gue bilang ? jangan pernah temuin gue lagi !” Bentak gadis itu “tapi Nis, masa lo gak mau maafin gue sih , apa karena cowok yang tadi sama lo ?” Tanya pria itu dengan selidik “BUKAN URUSAN LO !” yah kini Nisa capek ngeladenin pria yang sedari tadi menunggu kedatangan gadis ini di depan teras rumahnya. Karena capek nisa pun segera masuk dan meninggalkan pria yang berdiri di dekatnya tadi. “Nisa ! nis gue belum selesai ngomong, lo perlu tau penjelasan gue !” teriak lelaki itu , tetapi sama sekali tak di gubrisnya. Gadis itu tetap masuk ke dalam rumahnya dan mengunci rapat rapat pria di depan rumahnya. Kini pupus sudah harapan pria itu, sudah tak ada lagi pintu untuk masuk ke dalam ruang hati gadis tersebut.

            “ya tuhan ? apa yang kau renacanakan sekarang ? sudah cukup lelaki itu datang untuk menyakitiku, dan sekarang kau datangkan lagi sosok lelaki yang membuat ku nyaman di relung hati ini. Tapi kenapa setelah aku sedikit lagi merasakan ke indahan, kau datangkan lagi lelaki brengsek itu ! sudah cukup pahit yang aku rasakan” yah kini hati Nisa tak karuan setelah mendapati dan bertemu lelaki yang sangat di bencinya seumur hidup ! sungguh ROBI merupakan cinta pertama gadis itu, tapi sayang cinta pertama nya kandas sekandas kandasnya, dia menyesal telah mengenal Robi, dari kakaknya. “Ya Tuhan bukan ini yang ku mau, tolong aku untuk menguatkan diri ini mengahadapi cobaanmu” pinta gadis itu dengan lirih.

            Di bukanya pintu balkon di depan kamarnya. Duduk lah gadis itu di kursi santai dengan piyama tidur bermotif bunga, di ambilnya setangkai mawar hitam yang hampir layu dalam vas kaca itu. “Gilang ? kau mungkin sosok yang diberikan tuhan untuk menghapus dukaku, entah mengapa aku merasa yakin , sekarang aku merasakan hal yang ganjil di lubuk hati ini, aku merasakan ada seseorang yang akan membuka pintu hati ini , ku harap kau yang memegang kunci pintu itu !” ternyata Nisa mulai peka akan perasaannya. Bagaimana dengan angga ? Di letakkan kembali setangkai mawar hitam itu. di ambilnya earphone yang sedari tadi telah di siapkannya. Di putarkannya lagu untuk menemaninya di malam ini

“Salam Rindu”

Saat bulan purnama bersinar
Terangi malamku teringat padamu
Dan kukirimkan salam tentang rasa rinduku
Bersama angin malam, kusetia menunggu
Mimpikan .. mimpikan aku, oh sayangku
Peluk erat hati ini dan jagalah selalu
Dan kan kudendangkan lagu ini untukmu
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayang

Ingatlah saat kita bersama
Kau pegang tanganku, kutatap matamu
Semua terasa indah tak seorangpun mengganggu
Bersedih dan tertawa, kita tetap bersatu
Bintang benderang secerah hatiku
Yang selalu terbayang kekasihku sayang
Di setiap mimpimu ku kan selalu berdendang
Dengarlah ...
Dengarlah ... sayang

Reff :

Kuatkanlah dinding hati
Janji kita tak akan pernah terbagi
Biar malam terus berganti
Yakinlah kau tetap bungaku
Genggam erat hatiku ini
Kan kuciptakan damai untukmu
Biar bulan terus berlalu
Yakinlah kau tetap bungaku
Yakinlah kau tetap milikku
Yakinlah kau tetap bungaku
Sayangku ...

Sungguh kini gadis itu merindukan sosok lelaki yang berada di dalam benaknya itu.

POV Gilang

“ hai black roses, lo lagi apa ya sekarang ? perasaan baru aja gue ketemu lo, tapi kok gue kangen yah liat mata lo, senyum lo. Muka lo itu ngangenin banget” gumam Gilang. Ya Gilang ternyata memang jatuh ke dalam hati gadis manis itu. “apa ini tandanya gue suka sama lo ? apa ini tandanya gue sayang sama lo ?”

POV NISA

“Bulan Bintang ? kau adalah saksi bisu ku, jika ini memang karena takdir ku harap ini berakhir indah”
Tiba tiba… hasyiiim… “darah ?” di lapya darah yang mengucur keluar dari hidung gadis itu. mungkin karena hawa dinginnya malam pikirnya. Kreek.. pintu kamar itu pun terbuka, dan gadis itu bergegas masuk ke dalamnya. Di rebahkannya badan itu, serta di tariknya selimut untuk membalut tubuh idealnya. Sebelum tidur dia berdoa “semoga besok tetap menjadi hari yang terbaik untuk ku, nice dream , nice dream Gilang” bisik gadis itu. di tutupnya kedua bola mata yang indah itu.

Pov Gilang

“selamat tidur black roses, semoga besok kita bertemu lagi. Nice dream for you”

*Mimpi indah*

No comments:

Post a Comment