“Black
Roses episode 8”
-Cobaan Apa
Lagi ???-
Drttt… Drtt… 1 massage, yang tertera di layar hp gadis
tersebut. Dibukanya pesan itu
From :
Gilang :*
Gw di dpn
rumah lo, cepetan turun gak ada wkt lg..
Setelah
membaca itu nisa pun turun dengan tergesa gesa, tak sempat lagi baginya untuk
mencuci muka , karena baru bangun tidur hampir saja dia menabrak pintu
kamarnya. Kreek… terbuka pintu rumahnya, “Gilang, kok awal banget lo kesini gue
aja gak sempet cuci muka, emang ada apa sih ?” lelaki itu yang berdiri di
depannya kini langsung memeluk gadis itu. “Lo lupa y anis, hari ini kan gue
berangkat , gue gak sanggup pisah dari lo nis, gue sayang sama lo. Gue cinta
sama lo, gue janji gue bakal balik lagi kesini buat nemuin lo !” gadis itu
hanya terdiam mulutnya bungkam dia tak tau apa yang harus di ucapkannya.
Setitik air mulai pecah dari bendungannya. Dia tak sanggup menahan air itu,
“Gilang lo janji kan sama gue lo bakal balik lagi ke sini ?” ucap sang gadis
dengan tersedu sedu “gue janji nis lo pegang janji gue, nih gue ada beli kalung
hati buat kita berdua setengah lo setengahnya lagi buat gue, gue yakin suatu
saat kalung ini bakalan bersatu kembali !” tiba tiba.. suara handphone gilang
berbunyi, ternyata petugas bandara yang menelponnya. “nisa gue harus pergi , gue
sayang sama lo , lo jaga diri lo baik baik yah” *cup* kecupan ketiga mendarat
di dahi wanita tersebut “jangan nangis lagi , dada” sebuah lambaian tangan
lelaki itu, serta senyumannya , kini membuat gadis itu , tak kuat menahan
tubuhnya. Dia terduduk di depan pintu rumahnya menatap kepergian lelaki yang di
sayanginya.
“halo Nis, kok lo nangis, lo kenapa
? haduh maafin gue yah nis, gue gak ngasi kabar ke lo, gue beneran sibuk nyusun
skripsi” sesal sahabtnya itu. “gakpapa kok din, gue baik baik aja, lo main dong
kesini. Ntar gue certain deh” ucap gadis itu berusaha tegar, padahal dalamnya
rapuh,sangat sangat rapuh. “yaudah ntar kalau selesai gue datang ke rumah lo
ya, byee..” tuut tuut… sambungan terputus. Gadis itupun menyimpan kembali
handphone nya, dia pun duduk di pinggiran sofa kamarnya, sungguh aneh yang di
rasakannya, kehampaan kini melanda perasaannya. Gadis itu sungguh merindukan
sosok yang mengisi relung hatinya.
Pov Gilang
“Black Roses, gue kangen sama loe” bisik lelaki itu , sedari
tadi dia hanya melihat kearah luar jendela pesawat yang di naikinya. Sungguh
kini lelaki itu , bakalan kehilangan sosok gadis yang di sayanginya, dan
mungkin lelaki itu akan merasa kehampaan di relung hatinya, karena pergai jauh
, jauh meninggalkan orang yang di sayangnya “black roses , gue janji bakalan
balik buat lo !”
Pov Nisa
Kini gadis itu sedang duduk sendiri di belakang rumahnya, dia
tak tau harus melakukan apa, seketika gadis itu merasakan pusing yang hebat di
sekitar kepalanya, dan kini dadanya merasa sakit sekali, “uhuuk” darah segar
keluar dari mulut sang gadis itu. “auww sakit, dada gue sakit, bibi tolong..”
lirih suara gadis itu, taapi percuma suara itu terlalu kecil untuk di dengar.
Gadis itu kini terbaring lemas di rerumputan belakang rumahnya. “Nisa !!!!! bibi
panggil ambulan sekarang !!!” Teriak wanita yang baru datang terkejut melihat
sahabatnya yang tergeletak tak berdaya di atas rerumputan belakng rumahnya,
dengan penuh cucuran darah di sekitar mulutnya. “Nisa lo gak papa kan ? lo
Kenapa nis” Tanya wanita itu, tapi percuma tak bakalan pertanyaan wanita itu di
jawab oleh gadis yang terbaring di lengannya tak berdaya. Ambulan pun datang ,
gadis itu segera di bawa ke rumah sakit. “mbak tunggu di luar saja biar kami
yang menangani” perawat itu melarang si wanita masuk ke ruangan intensif itu.
kini wanita itu hanya terduduk lemas di ruang tunggu, dia hanya berharap tidak
terjadi apa apa dengan sahabatnya itu.
Dokterpun keluar dari ruang instensif itu “apa anda sodara
dari wanita tadi” Tanya dokter itu dengan nada yg cukup serius. “bukan
keluarganya berada di luar negeri, tapi saya sahabat dekatnya, apa dia baik
baik saja dok ?” kini Dinda sahabat gadis itu sangat cemas dengan keadaan
sahabatnya itu. “bisa ikut keruangan saya sebentar” gadis itupun mengikuti
langkah dokter itu. “maaf, apa sebelumnya teman anda itu punya penyakit yang di
deritanya” Tanya dokter itu “saya tidak tau dok, tapi setau saya, dia tidak
pernah mengeluh dengan penyakit yang di deritanya”. Dokter itu kini menghela napas
, kini dia berat memberitahu penyakit yang di derita sahabtnya itu. “begini
mbak, teman anda itu terserang penyakit Cardiomyopathies stadium 3” jelas dokter itu dengan nada yang
berat. “APA ? MAKSUD DOKTER “ teriak wanita itu yang terkejut akibat penjelasan
dokter itu. “ya begini mbak, teman anda terkena penyakit Cardiomyopathies, yaitu penyakit yang menyerang jantung si
penderita,dan itu sulit sekali di sembuhkan hanya ada 1 cara untuk
menyembuhkannya” dokter itu berhenti, dan menarik napas panjang “apa dok ?”
kini wanita itu penasaran dengan apa yg akan di lanjutkan pembicaraan si dokter
tersebut. “Transpalasi Jantung” kini wanita itu cengo mendengar perkataan
dokter tersebut. “ha ? transpalasi jantung ? tapi itu gak mungkin dok ! sahabat
saya itu tidak pernah mengeluh atas apa yg di rasakannya” perlahan lahan air
mata wanita itu kini keluar membasahi pipi dan pelupuk matanya. “tenang mbak,
kami tim dokter akan berusaha untuk mencari pendonor yang rela memberikan
jantungnya” kini gadis itu memutuskan untuk keluar dari ruangan dokter itu, di
sekanya air mata yang akan meluncur lagi. Tapi di tahannya sekuat tenaganya “terimakasih
dok”.
“hai din, gue di mana sih ? gue gak kenapa napa kan ?” Tanya gadis polos itu dengan senyumannya . kini Dinda yang berdiri tadi, tak mampu melihat
sahabatnya yang terkulai lemah di rumah sakit “din, gue tau lo kuat din. Gue yakin
lo bisa lewati ini semua” kini Dinda tampu lagi menahan air matanya, di
peluknya sahabatnya itu yang terbaring di tempat tidur dan di ruangan serba
putih. “ din ? kok lo nangis ! maksud lo apaan sih gue gak ngerti !” kini Nisa
semakin bingung , ada apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya “Din lo , lo
terkena penyakit Cardiomyopathies,
gagal jantung stadium 3, hiks hiks” jelas sahabatnya itu di isak
tangisannya. “GAK MUNGIN !!!!” teriak Nisa , kini ia mulai menangis, bahkan
meraung raung. “Gue belum mau mati din ! lo pasti becanda !” kini Dinda
sahabtnya tak mampu melihat reaksi sahabatnya itu, dia tak ingin buat semangat hidup
sahabatnya itu lemah “gak Nis ! lo pasti sembuh percaya sama gue” dinda kembali
memeluk sahabatnya itu , sungguh hancur hati nisa mendengar penyakit yang di
deritanya, tak pernah ia menyangka atas apa yg akan di hadapinya. Sungguh sulit
takdir yang harus di laluinya “oh tuhan , inikah cobaan terberatmu ?” batin
gadis itu Nisa.
No comments:
Post a Comment