"Black Roses episode 5"
- Bukan
Boneka, Yang Bisa di Buang dan di Ambil Kembali-
Drrttt…drrttt..suara getaran
handphone yang ada di saku tas nya. Bergegas dia membuka retsluting tas yang di
gendong nya tadi. 1 massage yang bertulis di layar hp tersebut. Segera di
bukanya , dan penasaran siapa yang mengirim pesan ter sebut.
From :
+629980xxxxx
Hai Black
Roses ?
Begitulah isi pesan singkat itu,
gadis itupun mengernyitkan dahi. Black roses ? siapa pengirim ini, di putarnya
memory yg akan di ingatnya. “Gilang ?!!?!” teriak si gadis yang membuat sahabat
nya yg sedang menyetir terkejut. “apaan nis ? teriak teriak gitu budek nih
kuping gue ! kenapa sih?” gerutu sahabatnya itu, kini kembali Nisa yang Cengo,
mendapat kiriman pesan tersebut. Sungguh nggak pernah dia kepikiran buat dapet sms
dari lelaki itu, lelaki yang ada di pikirannya sejak tadi dn sebelumnya. “ini
Din Gilang ! yg tadi gue bilang itu. masa dia sms gue ! gue gak pernah ngasi
tau no. gue ke dia. Lagi pula dia orang asing di hidup gue, tapi kok ini…”
belum sempat nisa, gadis manis itu melanjutkan kata katanya, Dinda kini tertawa
dan menganggap aneh tingkah sahabatnya itu. “Hahaha… Yaelah lu nis gak usah
panik gitu kali, ya bagus dong dia sms lo. Lagian lo suka kan dia sms lo, gak
usah muna’ deh lo” skakmat ! perkataan sahabatnya kini membuat dirinya bungkam,
tak ada 1 patah katapun yang keluar dari mulut gadis manis itu. kini pipinya
memerah hanya senyuman malu malu kucing yan dapat diresponnya.
[19.00] Malam ini tak seperti
biasanya, bulan kini bersinar lebih terang dari malam sebelumnya, di hiasi
taburan bintang berkelip kelip melingkarinya. “Tuhan, apa yang kau rencanakan saat ini ? untuk apa lagi kau datangkan
lelaki itu, saat ini aku merasakan kenyamanan untuk mendekatinya, jika takdir
untuk mempertemukannku, tolong lah pertemukan kami kembali.” Inilah isi
hati gadis itu, sedari tadi dia menatap bintang dan bulan, seketika saat itu
pula sosok lelaki itu berada di setiap bayangannya. Ingin sekali dia membalas
pesan singkat itu, tapi sayang dia canggung dan merasa takut, untuk
membalasnya. Tiba tiba.. Drrtttdrttt… Hp Nisa pun berbunyi, lagi lagi 1 massage
di inboxnya dari Gilang
From : Gilang
Hai, black
roses, kok lo gak bales sms gw sih, miss gw sm lo nih wehehe… bsk mw gx temenin
gw lunch di kafe deket senanyan. Hrs mw pokoknya ! gw jmpt drmh lo bsok set.12
“apa ! dia
kangen gue ? kenapa ??? gue belum siap ketemu sama dia lagi !” batin sang gadis
, dalam relung hatinya, sang gadis merasakan hal yang sama. Dia ingin skali
bertemu lelaki itu, tapi… dia belum siap , belum cukup nyali yang di
kumpulkannya. Seperti biasa gadis itu tak membalas pesan itu, dan kembali
menatap bulan serta bintang yang bertaburan di balkon kamarnya. Dan kini ia
merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya, setelah itu di putuskannya untuk masuk
kedalam kamarnya dan bergegas untuk tidur. “Mimpi
indah”
SKIPP>>>>
Pukul 11 siang, gadis itu sedang
bingung, karena lelaki yang ingin menemuinnya sebentar lagi bakalan datang menjemputnya.
Tiap kali dia mondar mandir di taman belakang rumahnya layaknya strikaan. “aduh,
gue harus gimana yah gak mungkin kan gue nolak. Kasian udah dating masa gue
usir” ocehan sang gadis yang hatinya sedang tak karuan itu. 15 menit sudah dia
di taman belakang rumahnya tiba tiba… drtt..drttt
Ku tak mengerti cinta
indahnya hanya di awal kurasa..
Mengapa kau benar..
Dan aku selalu salah..
Yah, itulah
nada dering telpon gadis itu, segera dia mengangkatnya. “halo” salam pembuka
gadis tersebut. “halo juga , hai black roses, 15 menit lagi gue otw rumah lu ya”
tuut..tutt,,tuut.. belum sempat gadis itu berbicara dan menjawab, telpon sudaah
di putus kan. “15 menit lagi ??? aahh… “ itulah teriakan gadis itu. di
bongkarnya lemari pakaian kini dia bingung ingin memakai baju apa. Akhirnya setelah
lama milih di putuskannya untuk memakai baju yang casual. Jeans hitam dengan
kaos biru dan di lapisi rompi hitam. Rambut yang terurai menambah ke elokan
wajah sang gadis itu.
Ting..Tong.. kreeekk pintu pun
terbuka “maaf mas, mas ini mencari siapa yah ?” Tanya bibi yng membukakan pintu
tadi “saya Gilang. mau cari Nisa, tadi udah janjian kok” ucap lelaki itu dengan
suara serak serak basah. Pergilah bibi tadi memanggil Nisa gadis yang telah
bersiap siap untuk pergi bersama lelaki itu “non, mas Gilang nya udah nunggu di
depan” ucap bibi. “iya bi”.
“you’re so cute black roses” kata
itu membuat pipi gadis tersebut memerah. “lets go” lelaki itu menarik tangan
sang gadis dan di bawanya untuk menuju Nissan juke silver yang bertengger di
depan rumah gadis tersebut. Di bukanya pintu untuk sang gadis “for you” ucap
lelaki itu “thanks Gilang”.
Mobil pun melaju dengan pesatnya di
jalanan ibu kota , kini detak jantung Nisa gadis manis itu berpacu sangat cepat
layaknya kuda lari. “GILANG !!!! LO BISA PELAN PELAN GAK SIH NANTI GUE MATI
JANTUNGAN GIMANA ?” teriak gadis itu yang ketakutan di dalam mobil “yaelah
santai aja kali gue gak budek kok, gak bakalan mati kok lo” tiba tiba ciiitttt…
“sampe yaudah yuk turun” dengan nada santai lelaki itu berbicara pada gadis yang
sedari tadi ketakutan akan kecepatan mobil yang bawanya “kampret ! lo gil !
dasar GILA lo ! kalau gau mampus gimana ! gue takut gilang ! DASAR GILA !!!”
Nisa pun ngedumel tak karu karuan di dalam mobil, dan itu membuat gilang
tertawa akan tingkahnya. “haha… nama gue GILANG bukan GILA ! yaudah yuk turun”
Mereka berdua pun mencari tempat
yang akan di tempatinya, Nisa pun melirik ke meja no. 44 yang berada di sudut
ruangan itu. “gil, di sana aja yuk” mereka pun segera menuju ke tempat tersebut.
Saat akan duduk tiba tiba saja ada seorang pria memegang lengan si gadis itu,
tapi Gilang yang memegang tangan gadis itu melainkan ROBI , mantan pacarnya. “Nisa
kita harus bicara” ucap pria itu, sambil menarik lengan gadis yg di genggamnya.
“lepasin gue ! gue gak mau ketemu lo lagi brengsek !” Nisa pun menepis tangan
pria itu. “eh lo jangan kasar dong jadi cowok” kini Angga bertindak, ya angga
sedikit tak enak untuk melihat pemandangan tadi mungkin lebih tepatnya jelous. “Lo
masih sayang kan Nis sama gue ? gue tau nis , gue memang salah, gue khilaf atas
perlakuan gue sama lu. Gue sadar nis gue sebenarnya juga sayang sama lo, gue
janji gak bakal nyakitin lo lagi, lo maukan terima gue lagi” Angga cengo mendengarnya,
tapi tidak dengan Nisa gadis satu ini kini tlah terbawa emosi masa lalunya “BULLSHIT
!!!! skali BUAYA tetep aja BUAYA ! lo tau gak perasaan gue ke lo dulu sakit yo
! bukan boneka yang bisa lo ambil trus lo buang lagi !” ucap Nisa dengan penuh
emosi , angga hany mengusap ngusap punggung gadis itu yang mungkin bisa
menenangkannya. “gue tau nis gue minta maaf gue janji….” PLAAAK ! sebuah
tamparan hebat kini lebih keras dari sebelumnya telah mendarat di pipi pria
berkulit cream agak kecoklatan itu. “MAAF ???? semudah itu lo minta maaf ! gak
bakalan gue maafin lo seumur hidu gue , denger yah ! gue emang SAYANG sama lo
tapi inget itu DULU , hanya MASA LALU ! dan ingat tak kan PANTAS untuk Di
KENANG ! kini ucapan gadis itu membuat pria yang berdiri di depannya diam tak
berkutik mulutnya bungkam sebungkam bungkamnya . “sudah lah Nis kita cari café lain
aja yuk” Angga kini membuka mulut karena sedari tadi dia hanya terdiam, dia tau
apa yang di rasakan gadis ini. Di hantarkan nya gadis ini kedalam Nisan Juke
silvernya. Sambil berjalan di dekap nya tubuh gadis itu. sungguh itu merupakan dekapan
ternyaman yang di rasakan Nisa, aroma escada moon sparkle yang menusuk
hidungnya semakin menambah kenyamanan saat di dekapan lelaki itu. “silahkan
masuk black roses, don’t sad again okey” lelaki itu sambil tersenyum ke arahnya
, sunggu indah senyuman lelaki itu.
“angga maaf ya gara gara gue lunch
lo batal” sesal gadis itu. “sudahlah gapapa kita makan bakso aja yuk mau gak ?”
Sungguh indah senyuman lelaki itu, dengan kemeja putih panjang bermargin biru
tua dan lengan baju yang lipat , semakin menambah ke maskulinan nya. “ya udah
deh yuk” 25 menit pun mereka sampai di tempat yg mereka tuju, merekan pun makan
di situ, anehnya suasana antara mereka seperti jalinan sepasang kekasih,
sungguh romantic. Dan kejadian di café tadi seakan akan tak pernah terjadi. Sesudah
mereka makan mereka pun pulang , tapi kali ini angga tidak memacu kecepatan
mobilnya seperti awal tadi. Kini Nisa itu terlihat tenang duduk manis sambil
mendengarkan lagu yang di putar dalam mobil itu
“Just The
Way You’re”
Her eyes her eyes
make the stars look like they're not shining
Her hair, her hairfalls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her everyday (yeahh)
I know, I know When I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so Sad to think that
she don't see what I see
But everytime she asks me "Do I look okay?" I say
When I see your face
There's not a thing that I would change'
Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing Just the way you are
[Verse 2]Her lips, her lips could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfects what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
'Cause you know I'll say
[Chorus]When I see your face
There's not a thing that I would change'
Cause you're amazing Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
The way you are
Girl you're amazing Just the way you are
Tanpa sadar
gadis itu sedari tadi di lirik oleh lelaki yang memabawanya, lelaki itu
tersenyum melihat gadis itu, mungkinkah gadis itu peka terhadap perasaannya dan
perasaan lelaki di sampingnya itu ? beberapa menit berlalu, sampai lah mereka
di rumah Nisa gadis manis yang sedari tadi menikmati perjalanan tadi. “mau
masuk dulu lang ?” Tanya gadis itu sambil tersenyum, sungguh membuat lelaki itu
terpesona “enggak deh gue pulang dulu yah, kapan kapan gue jemput lagi da..”
wuuussshhh mobil itu pun tancap gas meninggalkan gadis itu, tetapi gadis itu
tetap saja tersenyum. Gadis itu pun membuka pagar di rumahnya , tetapi betapa
terkejutnya gadis itu melihat siapa yang duduk di teras depan rumahnya “ELOOO
!!!!....”
No comments:
Post a Comment