Thursday, 9 May 2013


“Black Roses Episode 4”
-Yang Lalu Biarlah Berlalu-


Kring…kring.. seperti pagi biasanya alarm pengingat pun membanguninya, tidak seperti biasanya. Ya semalam, tidak ada lagi tangisan. Melainkan hanya senyuman indah yang mengantarkan nya ke alam mimpi. Ternyata memang benar, ada seseorang yang mengubah kehidupannya kini. Ya sosong lelaki itu, kini membuat sarang di benaknya. Tapi sayang, gadis itu tak terlalu peka terhadap perasaannya.

          “hoaamm…. Good morning world, semoga hari ini hari yang indah bagiku. Aku harus bisa lupakan cowok brengsek itu ! I should be able to forget the past !” itulah isi hati gadis itu, perlahan lahan kini dia tlah melupakan kenangan pahitnya itu. setelah beberapa mengumpulkan nyawa, gadis itu segera pergi ke kamar mandi untuk membasuh badan.

          “Halo, Nis ? gue ke rumah lo sekarang yah” suara wanita yang mungkin sahabatnya dari seberang sana yg menelponnya. “ya, terserah lo aja, eh.. kita jalan ke taman aja yuk” dengan penuh semangat gadis itu mengajak sahabat baiknya itu. Tapi sahabatnya kini mengernyit dahi, tak seperti biasanya Nisa mengajak nya seperti ini semenjak kejadian itu. kejadian yang membuatnya terpuruk. “haaa ? serius looo ?! lo gak kesambet kan ?” Tanya sahabatnya itu dengan terkejutnya. “yaelaah seriuslah, lo juga kan yang nyuruh gue lupain yang lalu itu. nah gue pingin lupainnya sekarang jadi kita jalan aja yuk ke taman gue gak pernah lagi jalan jalan di sono”. Jelas sang gadis dengan mantapnya. “hembb… yeay ! ini baru ANISA ZAHRANIANTI !!!!” teriak sahabatnya itu di sebrang sana. “oke cepetan jemput gue !”

          Pagi hari ini pun cerah, tak ada lagi kegelapan di benak sang gadis manis ini, paras yang lumayan cantik dengan lekuk tubuh yang tak kalah indah di baluti dress lembut selutut bermotif bunga . Di telusurinya taman kota itu dengan wajah yang berbinar, semenjak kejadian itu, jarang sekali dia merasakan suasana seperti ini. Seketika dia teringat sosok lelaki itu. wajah bersih, berkulit putih, tampak maskulin dengan pakaian yang di kenakannya, yang membantu gadis ini melupakan perlahan lahan masa lalunya. Memberi warna baru di dalam hidupnya. Tapi sungguh gadis itu sama sekali tak peka dengan perasaan nya.

          “eh, Nis, lu ke sambet yah dari tadi gue liatin senyam senyum sendiri, kesambet jin iprit lo yah” semprot sahabatnya itu kepada si gadis, yang memang sedari tadi tersenyum mengingat sosok lelaki itu, tapi sayang sahabatnya kini tak tau. “aahhh kampret lo, ya enggak lah” gadis itu pun kembali tersenyum. Sungguh lelaki itu telah masuk di kehidupan sang gadis , tapi bagaimana lelaki itu ?

          “Bajingan lo rob, setelah lo lakuin ini lo mau pergi gitu aja ! lo harus tanggung jawab !” bentak perempuan itu dengan deraian air mata. “ehh lo yakin itu anak gue ? bukannya lo tidur bukan Cuma denga gue !” balas lelaki ini tak kalah kerasnya. Perempuan itu hanya terdiam dan menangis hingga tersedu sedu. Sungguh tak terbayangkan apa yang dilihat gadis satu ini, yah Nisa melihat MANTAN pacarnya kini tlah melakukan perbuatan yang sama sekali jauh dari pikirannya. Saat berjalan pulang dia berpapasan dengan sepasang kekasih yang sedang bertengkar, ternyata itu Mantan Pacarnya. Sungguh keji atas apa yang di lakukan Mantan Pacarnya itu. Tapi kini dia beruntung, untung saja dia cepat bubar dari lelaki brengsek itu ! sekarang si gadis pun bersorak ria di dalam hatinya. “haha, Ambil tuh cowok bajingan , rasain tuh BRENGSEK nya ! seperti apa yang gue rasain”.

          “Din, habis ini ke toko bunga yuk , mau beli bunga” pinta gadis itu, sontak saja sahabatnya pun terkejut, karna tak pernah dia tau bahwa si gadis itu suka membeli bunga.”eeh kok tumben ? tapi iya iya gue anterin”. 15 menit pun berlalu, sampailah mereka berdua ditoko bunga itu. “selamat siang nona, silahkan masuk” sapa pelayan toko itu, dan mempersilahkan mereka masuk. “mbak ada mawar hitam ?” Tanya sang gadis, kini sahabat nya yang sedari tadi mengikutinya, cengo melihat tindakan sang gadis itu. “ Mawar Hitam ? sejak kapan Nisa suka Mawar Hitam ?” batin sahabatnya itu.”ada mbak sebentar yah saya carikan” mbak pelayan itu langsung bergegas mencari bunga yang di pinta gadis itu. “ini mbak mau berapa tangkai” Tanya pelayan itu. “1 aja mbak” gadis itu pun segera membayar bunga itu. dan pergi kekasir, sahabatnya yg mengikutinya dari tadi, hanya bungkam melihat tingkah gadis itu, kelakuan yang slama ini jauh dari pikirannya. “ini mbak, kembaliannya. Ohh iya mbak bisa tuliskan no. telepon di sini, karena setiap pelanggan yang kemari, harus mengisi daftar ini. Jika ada acara atau apapun kami akan mengundang mereka dengan menelpon no. ini” jelas penjaga kasir itu. Gadis itupun tanpa ragu mengisi no. teleponnya. “terimaksih telah berkunjung ke toko kami”.

          “Nis, sejak kapan lo suka mawar hitam ? aneh deh lo !” Tanya sahabatnya , karena sedari tadi hanya memilih bungkam. “awalnya sih gue tertarik aja, tiba tiba ada seorang cowok beliin gue ni bunga , padahal niat awalnya cuma pengen liat liat doang. Pas di beliin eh tu cowok ngacir ntah kemana, gue di kasi bunga ini sehari sebelum kejadian yg waktu itu” papar badis itu. Dan sahabatnya kini hanya angguk angguk kepala, seperti orang dugem *eh gak ding*. “etciyeeeh… udah mulai move on ya sist hehehe” gadis itu hanya tersipu malu. “gue sebenarnya ketemu dia lagi, sumpah tu orang cool banget . namanya Gilang, dan lo tau yang lo tabrak kemarin nah ntu dia orangnyaaa” kini si gadis menjelaskan dengan penuh senyuman di bibirnya. Lagi lagi sahabatnya kini cengo mendengar penjelasan gadis manis itu.

          “hemm.. coba aja gue minta no. telepon cowok itu, yah kali aja dia bisa ngilangin masa lalu gue yang pahit ini” batin si gadis. “hayooo lo mikirin siapa cowok itu yah ? cieee kapan kapan kenalin dong ke gue” rayu sahabatnya itu. “lo kan udah kenal” jawab gadis itu dengan polosnya , sahabatnya kini hanya geleng geleng kepala, dugem lagi sepertinya *yah gaklah ding*.

Tanpa di sadari, seseorang lelaki di sana yang selama ini pikirannya, sedang tersenyum lega. Ternyata pikiran lelaki itu sama seperti gadis manis tadi, ya dia memikirkan gadis itu gadis manis dengan black roses nya.

*Flashback on*
“permisi mbak, apa yang sedang beli gadis yang memakai dress bermotif bunga itu ?” Tanya lelaki itu. “oh setagkai mawar hitam, kenapa ya mas” Tanya penjaga kasir itu, “ohh gak, mbak bisa tolong saya ? saya menyukai gadis itu, mbak ngerti kan ? bisa mbak minta no. telepon gadis itu” pinta lelaki itu. yah memang norak, apa yang di lakukan lelaki itu, tapi hanya cara ini yang bisa di lakukan untuk menyambungkan konta kepada gadis manis itu, gadis yang selalu terbayang di pikirannya.”baiklah saya usahakan mas” pelayan itu pun memulai aksinya, dan lelaki itu ngacir ntah kemana.

          Beberama menit setelah gadis itu keluar, “gimana mbak ? berhasil ?” Tanya lelaki itu, “ini mas nomornya” sungguh lega hati lelaki itu, kini gadis di bayangannya bakalan muncul dengan nyata. Apakah lelaki itu mulai ada perasaan dengan gadis manis , karena black roses yang di berinya ?

*flash back off*

No comments:

Post a Comment